
JoSS, SEMARANG – Pengamat Transportasi menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersikap realistis terhadap usulan Proyek LRT (Light Rapid Transit) atau kereta api ringan mengingat proyek tersebut butuh investasi yang tinggi, dan bersimpangan dengan jalur keretaapi semi cepat Jakarta – Surabaya. Kota Semarang disarankan memaksimalkan BRT (Bus Rapid Transit) yang sudah ada sampai tingkat pengunaannya mencapai posisi optimum.
“Kita harus realistis karena anggaran kereta api ringan tidak murah. Kalau harus memakai APBD Kota Semarang rasanya berat, Pemkot harus tahu diri dengan kemampuan finansialnya. Sementara kalau kita meminta APBN juga tidak mudah,” kata Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari FT Unika Soegijopranoto Semarang, kepada JoSS.co.id, Kamis (29/11).
Djoko juga meminta pemerintah pusat terbuka dan tegas menyatakan sikapnya atas usulan proyek LRT Kota Semarang, sehingga daerah pun bisa bersikap apakah usulannya diteruskan atau tidak. “Kalau usulannya tidak bisa diterima, ya nyatakan saja. Jangan digantung. Kalau diterimja, ya ungkapkan juga apa yang harus dilengkapi,”katanya.
Menurut Djoko, jangan sampai Proyek LRT Kota Semarang hanya menjadi angin surga saja. Sekedar menjadi program manis diwacanakan namun sulit diwujudkan. Masyarakat hanya diberi angin surga saja, sehingga ujungnya bisa menimbulkan kekecewaan banyak pihak.
Akan lebih mengkhawatirkan, kata dia, kalau programnya dipaksakan karena ada keinginan-keinginan yang tidak mendapatkan dukungan penuh, sehingga proyeknya mangkrak di tengah jalan. Itu akan menjadi beban pemerintah, selain keberadaannya akan mengganggu ruang publik. Jadi, kata Djoko Setijowarno, Pemkot Semarang sebaiknya bersikap realistis. “Jangan memaksa pemerintah pusat untuk membangun karena anggaran negara juga terbatas dan alokasinya dinanti banyak daerah,” ujarnya.
Karena itu, Djoko sekali lagi meminta pemerintah pusat bersikap tegas terhadap usulan LRT Kota Semarang. Pemerintah pusat jangan memberi angin surga dengan memberi sinyal positif tapi tidak menjadikan Proyek LRT Kota Senarang sebagai prioritas. Artinya, kalau tidak jadi prioritas jangan diambangkan. Perlu ketegasan proyek itu disetujui atau tidak.
“Kebetulan saya ikut Market Sounding Proyek Perkeretaapian di Seoul yang diinisiasi Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan. Dari 8 proyek potensial yang ditawarkan, Proyek LRT Kota Semarang tidak termasuk di dalamnya,” uncap Djoko.
Baca juga: Inilah 5 Tempat Wisata Belanja Batik Murah di Indonesia
Dia merinci 8 proyek perkeretaapian yang ditawarkan sebagai proyek potensial, yaitu KA Perkotaan Makasar-Maris-Sungguminasa-Takalar (Maminasata); LRT Bogor-Cibubur; KA Bandara Kertajati; KA Siantar-Prapat; KA Tanjung-Banjarmasin; KA Perkotaan Bandung dan KA Cibungur-Tanjungrasa. Rombongan Market Sounding ke Seoul Korea Selatan, dipimpin Dirjen Perkeretaapian Zulmafendi, dan diikuti oleh para pejabat BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.
Mengacu pada program yang dirancang dan dipromosikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, selayaknya sebelum diwacanakan lebih jauh proyek tersebut dikonfirmasikan lagi ke pusat agar tak simpang-siur. Saran tersebut dilontarkan setelah muncul wacana akan dilakukannya ground breaking proyek LRT Kota Semarang.
Proyek rel dua trek senilai Rp 1,8 triliun akan mulai dikerjakan awal 2019 terbagi dalam 9 koridor mulai Koridor 1 yakni, Mangkang- Kalibanteng (12,2 km), koridor 2 Bandara – Stasiun Tawang (10,1 km), koridor 3 Simpang Lima- Stasiun Tawang – Dr Cipto (8 km), koridor 4 Penggaron-Simpanglima (8,7 km), koridor 5 Dr Cipto- Citarum-Fatmawati (9,4 km), koridor 6 Stasiun Tawang- Pelabuhan (7,3 km), koridor 7 Fatmawati- Bangetayu (6,8 km), koridor 8 Kalibanteng-Pamularsih-Milo (7,8 km) dan koridor 9 Bandara- Madukoro-Pasar Bulu-Cokroaminoto- Simpanglima (8,1 km).
”Prinsipnya MoU Pemkot Semarang dengan PT PP sudah disepakati. Tinggal penandatanganan perjanjian kerjasamanya,” ujar Kasubag Perencanaan Dishub Kota Semarang, Joko Santosa, saat FGD di Undip. Dia menerangkan, untuk tahap pertama akan dibangun mulai Bandara Ahmad Yani sampai ke Pasar Bulu. (wid)

Leave a Reply