
JoSS, JAKARTA – Menopause ternyata bisa dieunda dengan diet. Seperti dirilis Harianjogja.com, menopause bisa dilakukan dengan makan ikan dan sayur.
Menurut The Journal of Epidemology and Community Health, pola makan kaya ikan dan sayur bisa menunda menopause pada perempuan. Adapun menopause berkaitan dengan produksi hormon estrogen. Jadi, yang perlu dilakukan untuk menunda menopause adalah memperpanjang masa produksi hormon estrogen.
Bahan makanan yang bisa memperpanjang produksi hormon estrogen adalah makanan yang mengandung fitoestrogen, misalnya; buah-buahan seperti pepaya, bengkuang, teh hijau, melon, kacang kedelai.
Hormon estrogen juga bisa didapatkan dari biji-bijian gandum, wijen, biji bunga matahari dan kacang tunggak.
Studi dari The Journal of Epidemology and Community Health ini juga memantau pada 9.027 perempuan usia 40-65 tahun di Inggris bahwa selama empat tahun mendapati tambahan 2,5 ons kacang hijau atau buncis per hari bisa menunda gejala menopause sampai satu tahun. Begitu pula untuk tambahan 3 ons ikan berlemak bisa menunda menopause sampai tiga tahun.
Tips lain untuk menunda menopause adalah Anda atau orang terkasih perlu menghindari makanan cepat saji karena memiliki kandungan gizi yang tidak seimbang. Apalagi, umumnya dalam makanan cepat saji mengandung kolesterol yang sangat tinggi.
Tak lupa, untuk menunda menopause, sembari diet makanan lakukan juga olahraga secara teratur agar membuat tubuh segar, juga melancarkan peredaran darah, menguatkan tulang dan membantu produksi hormon.
Baca juga: Agamawan dan Budayawan Sepakati 6 Poin Strategi Menghadapi Tantangan Sosial
Olahraga yang dilakukan juga tidak perlu yang berat selama bisa dilakukan secara rutin dan teratur. Misalnya dengan senam, jogging atau lari pagi hari.
Menopause sendiri sebenarnya tak hanya soal berhentinya kehidupan seks seorang wanita di usia 50-an.
Melansir Prevention pada Jumat (28/9), Anda yang telah menginjak lebih dari usia 50 tahun memiliki tantangan ketika berhubungan seks. Beberapa merasakan vagina kering sehingga tak nyaman ketika bercinta.
Namun, bukan berarti berhubungan seks berhenti. Ini bisa menjadi sebuah momen untuk mencoba hal-hal baru dan bereksperimen dengan suami.
“Ketika orang saling mengenal satu sama lain dengan baik, bisa ada faktor kebosanan,” kata Profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Amerika Serikat, Mary Jane Minkin seperti dirilis liputan6.com.
“Tetapi, Anda juga mungkin tahu apa yang orang itu (atau tidak mau) sukai daripada mereka sendiri,” tambahnya.
“Pertimbangkan (berhubungan seks) di lokasi tak biasanya atau menggunakan mainan,” saran Dokter Dweck.
Menurut Dweck, fase baru kehidupan ini bisa menciptakan peluang untuk bereksperimen dengan diri Anda sendiri. Misalnya, dengan mencoba mainan seks seperti vibrator. (Wiek/lna)

Leave a Reply