
JoSS, SEMARANG – Di Semarang, wisatawan biasanya cuma mengenal Klenteng Sam Poo Kong. Padahal masih ada satu klenteng yang terkenal, usianya sudah sangat tua, yaitu sekitar 2,5 abad. Klenteng Tay Kak Sie, namanya.
Lokasi Klenteng Tay Kak Sie memang mudah luput dari pantauan mata dan wisatawan karena tidak berada di pusat kota. Klenteng ini berada di sebuah jalan kecil, tepatnya Gang Lombok, di kawasan Pecinan Semarang, dekat kawasan Kota Lama. Yang sehari-hari dikenal sebagai kawasan yang padat lalu lintas. Apalagi karena kawasan ini termasuk salah satu pusat bisnis di Semarang.
Ada pun penamaan Gang Lombok pada daerah ini tak lepas dari sejarah lahan hunian dikelilingi kebun cabe atau Lombok.
Klenteng ini adalah salah satu penanda kehidupan komunitas Tionghoa di Semarang. Ketika anda tiba di Gang Lombok, dan di depan klenteng, Anda akan menemukan patung Laksamana Cheng Ho.
Sejarah klenteng ini dibangun pada 1746 oleh Khow Ping. Pada pintu masuk terdapat penjelasan sejarah penamaan klenteng yang berarti Kuil Kesadaran Agung seturut bahasa Hokkian. Klenteng ini oleh Kaisar Dao Guang pada 1821-1850 dari Dinasti Qing.
Baca juga: KPK Tahan Taufik Kurniawan Ini Alasannya
Awalnya, Khow Ping membangun klenteng kecil dalam rumahnya untuk memenuhi kebutuhan ritual masyarakat Tionghoa. Nama klenteng kecil itu awalnya adalah Kwan Im Ting. Namun, karena semakin berkembangnya komunitas Tionghoa di sana sementara pula Klenteng Sam Poo Kong terlampau jauh, mereka membangun yang lebih besar dengan nama Tay Kak Sie pada 1771.
Komunitas Tionghoa pun bekerja sama dan menyumbang dana untuk membangun klenteng tersebut. Dari dana yang terkumpul mereka pun mendatangkan patung dewa dan dewi langsung dari Cina.
Pada bagian atap bangunan utama terdapat patung dua ekor naga memperebutkan matahari. Arsitektur ini melambangkan perlindungan dari pengaruh jahat.
Ada pula keunikan pada bagian pilar penahan bangunan. Tiang berbentuk segitiga dan terbuat dari kayu yang berfungsi menahan kasa-kasa bagian atap.
Pada jam operasional untuk ibadah maupun untuk pengunjung umum, di depan klenteng akan digelar pertunjukan wayang potehi dari Batavia.
Pertunjukkan wayang poethi ini menceritakan kisah para raja dan ratu Cina di dalam sebuah mini teater dengan wayang yang berukuran kecil. (wiek/lna)

Leave a Reply