
JoSS, JOGJA — Bukan hanya sebagai tempat belanja, pasar tradisional di Jogja menyimpan beragam keunikan.
Salah satunya di Pasar Legi Kotagede yang adalah pasar tertua di Jogja. Pasar Legi Kotagede atau yang disebut Pasar Kotagede terletak di Jalan Mondorakan No. 172 B Kecamatan Kotagede, Kota Jogja.
Mengunjungi Pasar Kotagede, seperti dirilis Harian Jogja, seolah akan membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
Namun, bertandang ke pasar ini tak hanya berwisata historis, melainkan juga berwisata kuliner. Sebab, pasar ini menawarkan jajanan enak dan ramah di kantong.
Wisatawan yang ingin menikmati jajanan di pasar ini disarankan untuk datang pada sore hari. Perburuan kuliner akan dipenuhi oleh sensasi nostalgia akan jajanan zaman dahulu.
Kue putu agaknya menjadi jenis jajanan yang berisik, tetapi selalu dinantikan banyak orang. Bak kereta uap, suara ngiiing yang berasal dari tabung bambu ini seolah memanggil pengunjung untuk mencicipi si putu ayu manis yang berbalut gurihnya parutan kelapa.
Beranjak sedikit ke arah barat, pengunjung akan bertemu dengan jajanan yang kerap hadir dalam acara kenduri, yaitu kue apem.
Sejak pukul 16.00 WIB Muryanto, seorang pedagang, sudah mulai memanggang kue apem. Adonannya terbuat dari tepung beras, parutan
Kue apem buatannya tak begitu manis, beradu dengan gurih campuran kelapa di dalamnya. Aromanya juga khas adonan panggangan yang menggoda selera.
Baca juga: BNPB: Dalam 10 Bulan 1.999 Bencana Terjadi di Indonesia
Meski begitu, Muryanto menyebutkan pelanggannya suka apem yang masih hangat. Sehingga, ia tidak terlalu sering memanggang banyak kue apem karena takut dingin dan tidak terbeli.
Bakpao Goreng
Tak hanya kuliner tradisional, di Pasar Kotagede juga dapat ditemui jajanan akulturasi yang sudah banyak diminati masyarakat, yaitu bakpao. Namun, pembeli tak hanya bisa membeli bakpao biasa yang hangat dari kukusan, melainkan juga bisa mencicipi bakpao goreng.
Dari depan Pasar Kotagede, Anda bisa berjalan ke timur ke arah persimpangan untuk menemukan sepeda gerobak bertuliskan Bakpao Goreng Mega Jaya.
Jamu Tradisional
Setelah lelah berkeliling mencari kudapan, silakan mencicipi jamu tradisional di depan Pasar Kotagede.
Lain dari jamu pada umumnya, minuman jamu di sini diracik langsung sesuai pesanan pembeli. Di antara beberapa penjual jamu, salah satunya ialah Prapto, seorang nenek berusia 71 tahun.
Nenek Prapto sudah berjualan sejak tahun 1970 di depan Pasar Kotagede. Kini, setiap sore ia membuka dagangannya mulai pukul 16.00-20.00 WIB. Ia menyediakan berbagai jenis jamu, mulai dari beras kencur, kunir asem, hingga jamu-jamu tertentu sesuai keluhan pembeli, misalnya saja obat meriang maupun nyeri haid.
Satu gelas jamu cukup dihargai dengan Rp5.000 saja. Murah meriah dan dapat menyehatkan badan. (wiek/lna)

Leave a Reply