Orang Tua Wajib Tahu Ini, Agar Anak Tumbuh Dan Kembang Dengan Bahagia

tumbuh kembang anak
3 narasumber workshop Grow Happy Parenting memberi penjelasan terkait anak tumbuh kembang dalam bahagia, di Semarang, Selasa (16/10) | Foto: istimewa/joss.co.id/Joy

JoSS, SEMARANG – Family time, ternyata bisa membuat buah hati bahagia. Meluangkan waktu dan berinteraksi dengan anak menghadirkan energi positif dalam tumbuh kembang anak.

Hal tersebut selaras dengan hasil studi Child Happiness yang diumumkan Nestle Lactogrow Juli 2018 lalu. Hasil studi menunjukkan bahwa anak bahagia saat bermain bersama orang tua. Bahkan lebih bahagia ketimbang mereka bermain dengan kakak atau adiknya.

Elizabeth Santosa, psikolog yang terlibat dalam studi tersebut menyatakan pada umumnya para orang tua sudah mengerti teori pentingnya mendukung anak tumbuh bahagia, seperti menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak.

“Namun pada kenyataannya banyak orang tua yang masih belum bisa memaksimalkan keterlibatan mereka bersama anak meski telah susah payah menyisihkan waktu. Dan ini sesuai dengan hasil studi yang meyebutkan lebih dari 50 persen orang tua merasa belum cukup hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama si kecil,” beber dia.

Menurut Elizabeth di era hidup modern ada tantangan yang perlu disikapi dewasa oleh orang tua agar bisa hadir dan terlibat di aktivitas anak. Yakni tingkat stres yang tinggi dan interaksi intens dengan gadget. “Itu membuat keterlibatan emosional menjadi tantangan baru bagi orang tua. Bagaimana bisa mendukung kebahagian anak apabila orang tuanya tidak bisa membahagiakan diri sendiri ?,” ujar dia.

Bagi Elizabeth orang tua yang bahagia akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan hidup di masa depan. Artinya anak dihasilkan melalui pola asuh orang tua yang bahagia dan terlibat dalam aktivitas anak. Karena itu orang tua perlu memahami tingkat kepuasan hidup dan sumber positif afektif, yakni tertawa, damai pemenuhan diri maupun negative afektif, seperti marah, sedih dan curiga.

“Sehingga dapat mengajarkan anak arti bahagia sesungguhnya,” sambung dia.

Baca juga: Tol Solo-Jogja Segera Dibangun, Bupati Klaten Belum Pernah Diajak Rembugan

Terkait hadir dan terlibat dalam kegiatan anak Elizabeth mencontohkan orang tua mendampingi anak saat nonton film kartun SpongeBob. Yang perlu dilakukan orang tua adalah masuk ke imajinasi anak dengan bertanya seputar tontonan tersebut.

“Cobalah bertanya siapa saja teman SpongeBob. Meski tahu jawabannya, pura-pura lah kita tidak tahu. Ketika anak menjelaskan maka terbangun interaksi secara positif, sekaligus merangsang pertumbuhan kemampuan otak anak,” imbuh dia.

Selain mengukur arti kebahagiaan keluarga, studi Child Happiness juga mengungkap anak Indonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kebahagian anak. Studi ini sejalan dengan hasil hasil penelitian lain yang menunjukkan kekurangan gizi pada anak Indonesia masih tinggi.

“Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui nutrisi seimbang, termasuk susu dengan kandungan gizi untuk melengkapi asupan nutrisi anak. Anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik yang dapat menunjang tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkap dokter spesialis anak dr Fatima Safira Alatas.

Senada, Brand Executif Nestle Lactogrow Sarastri Pramudita menyatakan agar anak tumbuh bahagia dibutuhkan keselarasan antara nutrisi, stimulasi dan keterlibatan orang tua dalam membangun dan memupuk kondisi grow happy. “Dan Nestle Lactogrow hadir diperkaya dengan DHA, Kalsium, minyak ikan dan lactobacillus reuteri yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak,” tukas dia. (Joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*