JoSS, NUSA DUA BALI – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyebutkan perekonomian kawasan Asia diperkirakan bakal terkoreksi tipis dari 5,4% menjadi 5,4% akibat kondisi ekonomi global.
Direktur Departement Asia Pasifik IMF Changyong Rhee mengatakan pertumbuhan ekonomi Asia tetap stabil sampai akhir tahun ini karena fundamental beberapa negara di kawasan tersebut masih tumbuh dengan baik, meski ada tekanan dari ekonomi global.
“Asia telah membuat kemajuan luar biasa selama beberapa dekade dan sekarang berada di garis depan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Asia menyumbang lebih dari 60 persen ekonomi global,” ujar Rhee, dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Jumat (12/10) seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Lebih rinci, ia menjelaskan ekonomi Asia stabil karena perekonomian beberapa negara masih tumbuh meyakinkan. Ia mencontohkan perekonomian China yang diperkirakan tetap stabil di angka 6,6%pada tahun ini.
Hal ini karena pemerintah dan bank sentral negara tersebut terus berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan, meski ada tekanan dari perselisihan dagang dengan AS.
Namun, tahun depan ekonomi Negeri Tirai Bambu diperkirakan akan turun ke 6,2%. “Ini sudah menperhitungkan tergerusnya ekonomi sekitar 0,7% dari tarif impor AS dan pengimbangan sekitar 0,5% peluang pertumbuhan dari stimulus pemerintah,” katanya.
Baca juga: Kereta Api Uap dari TMII Segera Beroperasi di Kawasan Wisata Joglosemar
Kemudian, sumbangan pertumbuhan ekonomi Asia juga diberikan oleh ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya ASEAN+5 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Ekonomi negara ASEAN+5 diperkirakan stabil di angka 5%. Rinciannya, ekonomi Indonesia sebesar 5,1%, Malaysia 4,7%, Singapura 2,9%, Thailand 4,6%, dan Filipina 6,5%.
“Pertumbuhan ekonomi sedikit melambat karena pengaruh ekonomi global, tapi masih cukup stabil. Misalnya Indonesia, diperkirakan bisa tetap menjaga pertumbuhannya di angka 5,1% pada 2018-2019,” terangnya.
Meski begitu, Rhee bilang, memang beberapa negara di kawasan Asia terpaksa harus menghadapi perlambatan ekonomi sejak tahun ini, misalnya Jepang dan India, yang masing-masing turun 0,1 persen pada tahun ini.
Ekonomi Jepang diperkirakan tumbuh 1,1% pada tahun ini dari sebelumnya 1,2% berdasarkan WEO April 2018. Namun, pada tahun depan diperkirakan stabil di 1,1%. Sedangkan ekonomi India diperkirakan hanya 7,3% pada tahun ini dan naik menjadi 7,4% pada tahun depan. (lna)

Leave a Reply