
JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan lelang tol Semarang-Demak selesai tahun ini. Pembangunan tol sepanjang 27 kilometer tersebut sebagai penahan pasang air laut atau rob.
Demikian dikatakannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan ‘International Conference on Indonesian Social & Political Enquiries (ICISPE)’ yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro di Hotel Grand Candi Semarang, belum lama ini.
Dalam konferensi yang mengusung tema ‘Asean Community For Sustainable Development’ tersebut, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menekankan jika pembangunan Tol Semarang Demak merupakan bagian dari upaya pengembangan infrastruktur berkelanjutan.
Hendi menjelaskan dari 17 fokus SDGs yang ditetapkan salah satu pointnya adalah terkait infrastruktur yang berkualitas untuk pembangunan berkelanjutan.
Bagi Kota Semarang dalam upaya penanganan banjir di wilayah timur, tol yang juga berfungsi sebagai tanggul laut ini menjadi infrastruktur yang mendesak untuk dikerjakan.
Baca juga: Wirausahawan dan Profesionalis Wajib Pahami Teori Piramida Begini Penjelasannya
“Untuk prosesnya sendiri Tol laut Semarang-Demak pada bulan-bulan ini akan segera dilelangkan, saya menyaksikan sendiri dari Kementrian PUPR sudah menyerahkan sebuah draft kepada pemrakarsa pembangunan jalan tol untuk dilakukan tahun ini,” kata Hendi dalam keterangan pers.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna  mengatakan pihaknya tengah melakukan pra kualifikasi.
Dia menambahkan dalam tahap awal ini akan dilakukan lelang kontraktor yang akan mengerjakan Tol Semarang-Demak sepanjang 26,8 km.
Dalam tahap pra kualifikasi tersebut, para calon investor atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berminat dapat mengambil dokumen lelang. Setelahnya, BUJT diminta untuk mengisi dokumen dengan melampirkan berbagai persyaratan.
“Semarang-Demak kan lelang. Ini sedang diproses teman-teman, sedang dalam tahap pre qualification,” ujarnya, belum lama ini.
Dia pun mengungkapkan, pengumuman BUJT yang akan mengerjakan Tol Semarang-Demak kemungkinan akan dilakukan pada November 2018. Jika proses itu dilalui, pembangunan tol tersebut bisa segera dilakukan.
“Dalam waktu dekat diumumkan, bulan ini sepertinya enggak bisa. Itu (kewenangannya) ada di panitia, November 2018 mungkin,” paparnya.
Sesuai desain awal, rencananya Tol Semarang-Demak juga akan berfungsi sebagai tanggul laut. Sebab di kawasan Kaligawe Semarang kerap terjadi banjir rob, sehingga mengganggu aktivitas warga maupun kendaraan yang melintas. (lna)

Leave a Reply