Direktur IMF Dorong Perlindungan Biota Laut

perlindungan biota laut
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhit Binsar Pandjaitan (kanan) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) melakukan penanaman kembali terumbu karang di kawasan Nusa Dusa, Bali Minggu (7/10) | Foto: instagram the_imf

JoSS, NUSA DUA BALI – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mendorong pelestarian dan pemulihan terumbu karang sebagai upaya perlindungan biota laut.

Bersama Panitia Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur Dana Moneter Internasional (IMF- Bank Dunia) Minggu (7/10) melakukan penanaman kembali terumbu karang di kawasan Nusa Dusa, Bali. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan kondisi terumbu karang di Indonesia, khususnya di Bali.

Menurut Lagarde, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dalam menghormati dan melindungi lingkungan. Penambahan biota laut akan mendukung dan menjadikan lingkungan menjadi lebih baik.

“Setiap langkah kecil yang kita lakukan dapat membawa perubahan yang besar bagi dunia, sepanjang hal itu dilakukan bersama-sama,” ujarnya, Minggu (7/10).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhit Binsar Pandjaitan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berharap penanaman kembali terumbu karang dapat memperbaiki ekosistem laut di Bali.

“Terumbu karang Nusa Dua ini mencakup 204 hektar dari garis pantai yang merupakan bagian dari Program Taman Terumbu Karang Indonesia,” jelas Luhut.

Berdasarkan studi The Nature Conservacy dan Pusat Pemantauan Konservasi Dunia (UNEP), lebih dari 90 persen karang dunia bakal lenyap pada 2050. Padahal, ekosistem terumbu karang berperan penting dalam ekosistem laut karena menjadi tempat berkembang biak dan memberi makan biota laut.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Bantuan Biaya Hidup Mahasiswa Asal Palu

Saat ini, Indonesia memiliki 27,95 persen dari total terumbu karang di dunia dengan lebih dari 95 jenis karang. Inisiatif Terumbu Karang Internasional telah mendeklarasikan tahun 2018 sebagai ‘Tahun Internasional Terumbu Karang’.

Selain Lagarde dan Luhut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Wardjiyo juga turut terlibat dalam pemasangan koral pada struktur penyangga yang kemudian diletakkan di dasar laut bersama para relawan.

Sri Mulyani mengungkapkan pihaknya tengah memikirkan mekanisme asuransi kekayaan biota laut, khususnya terumbu karang yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut.

Hal ini, menurut dia, juga bakal menjadi salah satu bahan diskusi dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank) 2018 yang akan digelar pada 8-14 Oktober 2018 di Bali.

Sri Mulyani pun mengingatkan lingkungan yang rusak dapat mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara.

Senada dengan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai penting untuk mengalihkan sebagian risiko uguna melindungi kekayaan laut Indonesia.

“Artinya, mengasuransikan wilayah laut kita. Saat ini, 95 persen lautan dunia belum dieksplorasi,” ujarnya.

Selain mengasuransikan kekayaan laut, ia mengaku juga tengah berusaha mendorong investasi di sektor kawasan konversasi kelautan. Namun, ia mengaku masih ada sejumlah tantangan yang menghadang.

Untuk itu, ia berharap IMF dapat terlibat untuk membantu pemerintah dalam mengkaji hal tersebut. Dengan penilaian investasi yang lebih pasti, pemerintah pun dapat menentukan kebijakan yang tepat guna mendorong investor masuk ke sektor tersebut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*