
JoSS, SOLO – Sedikitnya 200 kios di Pasar Legi yang terletak di Jalan S Parman, Banjarsari, Solo ludhes terbakar, Senin (29/10). Api bahkan menjilat atap Gereja Bethany yang terletak di sebelah Timur pasar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang diduga menelan kerugian miliaran rupiah itu. Penyebab api masih diselidiki namun dugaan sementara karena hubungan arus pendek listrik (korsleting.Red) dari salah satu toko di sisi Utara pasar yang merupakan sentra jual-beli barang kebutuhan bahan pokok (Sembako) terbesar se Solo Raya itu.
Keterangan yang dihimpun JoSS.co.id, Senin (29/10) menyebutkan sekitar pukul 16.30 dari Utara pasar muncul jilatan api disertai asap berwarna hitam pekat.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) Solo bersama masyarakat dan polisi yang menerjunkan water cannon berupaya memadamkan api yang terlanjur membesar. Angin kencang serta materi yang mudah terbakar menyulitkan petugas yang berjibaku memadamkan api.
Menurut Kepala Dinas Pasar Kota Solo Soebagyo sedikitnya 200 kios di Pasar jual-beli Sembako terbesar se Solo Raya itu ludhes. “Kerugian masih dihitung, diperkirakan miliaran rupiah,” ujarnya kepada wartawan.
Baca juga: PDAM Toya Wening Pastikan Kualitas Air Minum Kembali Normal
Dia mengaku mendapat informasi dari petugas satpam pasar setempat dipicu korsleting. Meski demikian, pihaknya tidak mau mengeluarkan statemen lebih lanjut terkait penyebab kebakaran karena masih menunggu pemeriksaan pascakebakaran nanti oleh kepolisian.
Soebagyo mengungkapkan di pasar itu ada lebih dari 1.000 unit kios yang menjual barang kebutuhan pokok. “Saat ini fokus kami memadamkan api dan evakuasi penyelamatan pedagang serta barang-barang dagangan mereka, ” jelasnya.
Dia menjelaskan, ada kemungkinan para pedagang terpaksa berjualan di lahan terminal angkutan dan jalan-jalan sekitar pasar. Kebanyakan yang menjadi korban adalah pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok.
Selama dua jam lebih, api masih berkobar meludeskan Pasar Legi. Kencangnya angin serta banyaknya barang yang mudah terbakar menjadi penyebab api susah dipadamkan.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hadi Wibowo, Senin (29/10) malam mengatakan penyebab kebakaran masih diselidiki, termasuk kemungkinan terjadinya arus pendek. Dari seluruh Polres di sekitar Solo membantu mengerahkan mobil mobil water canon untuk memadamkan api,” ujarnya. (ton/lna)

Leave a Reply