Satgas Kesehatan TNI Diterbangkan Ke Lombok

kesehatan
Kapal Rumah sakit KRI dr Soeharso (990) | Foto : hobbymiliter

JoSS, JAKARTA- Kementerian Koordonator Politik Hukum dan Keamanan telah menerbangkan satuang tugas kesehatan TNI ke wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk membantu penanganan korban gempa berkekuatan 7 Skala Richter pada Minggu (5/8) malam.

Menkopolhukam Wiranto dalam wawancara dengan Kompas TV Senin (6/8) pagi mengatakan Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada dirinya untuk memimpin reaksi cepat menangani bencana gempa.

“TNI sudah siaga pagi ini (Senin, 06/08). Dua pesawat Hercules akan membawa obat-obatan dan makanan, kita bergerak cepat,” kata Wiranto.

Dalam wawancara tersebut, Wiranto mengatakan saat ini juga dibutuhkan alat-alat berat untuk menggali kawasan yang tertimbun reruntuhan bangunan. “Kita butuh alat berat” ungkapnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya segera memberangkatkan kapal rumah sakit KRI dr Soeharso (990), ke wilayah ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, pascagempa bermagnitudo 7 SR mengguncang wilayah tersebut, Minggu, pada pukul 18.46 Wita.

Selain, KRI dr Soeharso-990, TNI juga mengerahkan batalyon kesehatan dari Batalyon Kesehatan 1/Kostrad dan Batalyon Kesehatan 2/Marinir. Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso juga akan diberangkatkan dari Surabaya.

“Mereka membawa seluruh perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda lapangan, dapur lapangan dan lainnya,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga : BPNB: Jumlah Korban Gempa DI Lombok 91 Orang Meninggal

Panglima TNI menambahkan, seluruh pasukan batalyon kesehatan tersebut akan diberangkatkan Senin (6/8) pagi menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.

Hadi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan aparat kewilayahan untuk membantu penanganan korban pascagempa dengan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi atas nama institusi dan pribadi menyampaikan duka mendalam kepada korban dan keluarga korban atas musibah yang terjadi.

Wilayah Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan daerah yang terdampak gempa dengan kekuatan tujuh Skala Richter, karena paling dekat dengan pusat gempa, kata pejabat BNPB.

“Di Lombok Utara sebanyak 65 orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Senin pagi (06/08).

Gempa bermagnitudo 7 SR mengguncang Lombok Utara, NTB, dan sekitarnya yang terjadi pada pukul 18.46 Wita, berpusat di 8.25 LS,116.49 BT, sekitar 27 km di arah timur laut. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan. Berdasarkan laporan BMKG, telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter. (lna)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*