Peluncuran Kartu GPN Di Jateng Akhir Agustus

kartu gpn
Ilustrasi Kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) | Foto : joss.co.id/google

JoSS, SEMARANG – Peluncuran kartu GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) di Jawa Tengah (Jateng) baru akan dilakukan akhir Agustus 2018, menyusul program GPN di DKI Jakarata, Jawa Barat dan Jawa Timur. “Kita kebetualan di Jawa Tengah memang kebagian tahap kedua dan  kemungkinan akhir bulan akan kita  kampanyekan kepada masyarakat untuk berpindah kepada GPN,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, di Semarang, Kamis (2/8).

Kartu GPN adalah suatu sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank untuk memudahkan masyarakat yang melakukan transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant. Program ini sudah disiapkan sejak 20 tahun lalu, dan sekarang GPN mulai disosialisasikan secara bertahap. Sebagai sistem transaksi non tunai, GPN seluruh prosesnya dilakukan di Indonesia, tidak seperti Visa, MasterCard, UnionPay, JCB, American Express, MEPS dan Cirrus yang prosesnya dilakukan di luar negeri karena milik prinsipal asing.

Hamid Ponco Wibowo menyatakan dengan diberlakukanya penggunaan GPN, masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan karena fee untuk setiap transaksi akan lebih kecil dari pada yang bukan GPN.  Selain itu, dengan konsep saling terkoneksi atau interkoneksi dan saling bisa dioperasionalkan (introperabilitas) sebagi alat pembayaran, pihak perbankan dapat menghemat biaya operasional.

“Dengan GPN nantinya merchant hanya membutuhkan satu  mesin EDC yang dapat memproses seluruh jenis kartu. Kalau sekarang setiap ini di merchant ada beberapa EDC dari bank yang berbeda-beda. Nanti hanya perlu satu, dan itu akan memudahkan transaksi,”tutur Hamid Ponco Wibowo.

Menurut dia, sejak Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) diluncurkan pada akhir tahun 2017, dengan sistem ini  Bank Indonesia (BI) ingin menciptakan sistem pembayaran yang saling terhubung.  Nantinya kartu debit akan ada logo GPN bergambar garuda warna merah yang dapat digunakan bertransaksi  dalam negeri dan dapat diterima diseluruh mesin pembayaran.

Baca juga : Kaos ‘Anjing Pahlawan’ Mati Diracun Warga Italia Berduka

Untuk masyarakat Jawa Tengah yang memiliki kartu debit, mulai akhir Agustus 2018 nanti bisa menukarkan kartunya dengan kartu GPN di Bank Indonesia maupun di bank penerbit kartu. BI mengharapkan sedikitnya 100 bank yang beroperasi di Indonesia menggunakan kartu berlogo GPN sebagai bagian dari pelayanannya.

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia (BI), Pungky Purnomo Wibowo, sebelumnya menjelaskan sistem GPN akan dijalankan sesuai assessment yang sudah ditetapkan.

“Saya yakin kemampuannya sama. Kita harus ingat, di Indonesia tak hanya Visa dan Master, ada UnionPay, JCB dan lainnya. Kita tidak mematikan bisnis mereka, kita mengizinkan mereka sebagai supporting service dan harus sesuai syarat,” kata Pungky.

Menurut Pungky, dengan adanya GPN maka keamanan data nasional bisa lebih baik. Untuk prinsipal asing, BI akan melakukan peninjauan kembali untuk proses ini. “Kita berusaha terbuka, kalau mereka jadi supporting ya bagus,” jelas dia.

Dari perhitungan sementara, melalui penggunaan GPN biaya transaksi bisa dihemat menjadi sekitar Rp 17 miliar per hari dari biaya sebelumnya Rp 25 miliar per hari. Untuk itu, Bank Indonesia telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No.19/8/PBI/2017 tanggal 21 Juni 2017 dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional.

Melalui kebijakan yang tertuang dalam ketentuan tersebut diharapkan mendorong terjadinya sharing infrastruktur sehingga utilisasi terminal ATM dan EDC dapat meningkat, sehingga biaya investasi infrastruktur dapat dialihkan kembali untuk kegiatan pembiayaan pinjaman yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. (smn/dtc/awo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*