
JoSS, SEMARANG – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)Polda Jateng berhasil meringkus komplotan perampok lintas provinsi dan lintas kota yang mengincar truk pengangkut barang. Nekatnya, para perampok tersebut mengenakan seragam polisi guna memperdaya korbanya.
“Mereka menyaru sebagai anggota Polri yang sedang menghentikan kendaraan. Sasarannya adalah truk boks yang memuat barang berharga,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Mapolda Jateng, di Semarang, Rabu (1/8).
Meski punya modus dan target yang sama namun dua kelompok tersebut tidak saling mengenal. Kelompok perampok pimpinan Robert alias Obet (43), beranggotakan Suharja (38), Herudin (39) dan Budi Santoso (35), semuanya warga Jawa Barat. Sedangkan kelompok satunya pimpinan Mujiyanto alias Bagol (40), warga Magelang dibantu Dian Permana (29), dan tiga orang lain, YL, GMN, dan DDN yang masih jadi buruan petugas.
Komplotan Obet tercatat beraksi di sejumlah wilayah di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Melakukan kejahatan mulai dari Pantura Lamongan Jatim, Batang, Pekalongan, Slawi baru masuk Bandung, Jawa Barat, termasuk beraksi di Sukoharjo dan Kabupaten Semarang,” papar Condro.
Aksi terakhir di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada 15 Juli lalu. Truk boks milik PT Sun Nusantara Abadi atau Elite Ekspress dihentikan oleh Obet dan rekannya yang mengenakan seragam Polda Jawa Barat. Sopir disekap dan ditinggal di jalan, sedangkan truk boks dan muatannya, berupa 420 unit smartphone senilai total Rp 450 juta dibawa kabur.
“Beli seragam di Bandung,” ujar Obet kepada petugas Jatanras.
Baca juga : Bisnis Solar Ilegal Oknum Polisi Terancam Dipecat

Sedangkan komplotan Bagol, mengaku baru beraksi di Purworejo, Blora dan Purbalingga. Sebelum tertangkap, Bagol cs beraksi di Jalan Raya Karangreja, Bobotsari, Purbalingga pada 22 Juli. Dengan pakaian polisi, para pelaku mencegat truk, sopir dilakban dan ditinggal di jalan, muatan rambut seberat 1,5 ton dibawa kabur.
“Di Purworejo mencegat truk yang membawa telur dan di Purbalingga membawa truk pengangkut bahan wig dan alis palsu senilai Rp 750 juta,” timpal Condro.
Menyikapi kenekatan perampok yang pura-pura jadi anggota Polri, Kapolda Condro meminta pengguna jalan, khususnya sopir truk pengangkut barang, untuk lebih waspada jika bertemu dengan segelintir orang berpakaian polisi, bertingkah mencurigakan di jalan raya.
“Kalau operasi lalu lintas itu ada surat perintah, ada tanda-tanda operasi, tidak sendiri. Jadi hati-hati kalau hanya ada satu orang pakai seragam polisi, bertingkah mencurigakan, melakukan pencegatan tanpa alasan yang jelas, segera hubungi kepolisian terdekat,” imbuh dia.
Dari pengungkapan dua aksi perampokan yang membawa atribut Polri ini, petugas Jatanras berhasil mengamankan barang senilai Rp1,2 miliar, dua unit truk boks, dua unit mobil dan 4 motor milik pelaku serta alat kejahatan lain. Enam pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP ancaman hukuman 9 tahun penjara. (joy/lna)

Leave a Reply