Kadin Solo Dan Jogja Siapkan Sekber Kembangkan Potensi

kadin
Kadin Solo dan Kadin Jogja membentuk Sekber untuk pengembangan potensi daerah | Foto : twitter/Kadinsolo

JoSS, SOLO – Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Solo dan Kadin Jogja bersepakat membentuk sekretariat bersama (Sekber) untuk memudahkan pengembangan potensi usaha yang ada di kedua wilayah, khususnya potensi pariwisata, potensi kuliner, serta potensi ekonomi lainnya.

Kesepakatan untuk membentuk Sekber muncul pada pertemuan Kadin Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kadin Kota Solo, di Solo, Kamis (2/8). Dalam pertemuan yang digelar di Sekretariat Kadin Kota Solo, rombongan Kadin DIY yang dipimpin Gonang  diterima oleh Ketua Kadin Solo Gareng S Haryanto.

“Kita berharap, gagasan pembentukan sekretariat bersama ini bisa segera direalisasikan supaya potensi yang ada bisa segera disinergikan,” kata Wakil Ketua Kadin Jogja, Gonang, pada pertemuan tersebut. Gonang menyatakan dengan adanya Sekber komunikasi bisa dijalin lebih intensif sehingga pemanfaatan peluang yang ada bisa lebih cepat ditindak-lanjuti.

Menurut Gonang, sekarang ini kecepatan menangkap peluang usaha menjadi salah satu faktor penting, selain kecermatan dan kreativitas. peluang usaha munculnya begitu cepat. Era digital membuat pelaku usaha harus sigap menangkap peluang, sebab kalau tidak potensi itu akan diambil pelaku usaha dari daerah lain. “Jarak bukan lagi masalah,” tegas dia.

Sementara itu Wakil Ketua Kadin Solo, Daryono, menganggap pembentukan sekretariat bersama (sekber) Kadin Jogja-Solo sebagai langkah yang sangat strategis. Kenapa, karena hal itu sesuai dengan kebijakan Menteri Pariwisata yang menjadikan Jogja-Solo- Semarang (Joglosemar) sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Baca juga : Pembangunan Semarang Outer Ring Road Masuk Segmen 7 Genuk-Meteseh

Dia mengungkapkan, sebelumnya juga sudah ada kesepakatan dari pimpinan tiga kota, yakni Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar) yang juga bersepakat membuat memorandum of understanding (MoU) menjadikan Joglosemar sebagai kawasan destinasi tunggal. Dengan konsepsi tersebut, pengembangan potensi pariwisata menjadi terintegrasi.

“Menjadikan kawasan Joglosemar sebagai destinasi tunggal bukan saja memperkuat positioning dan daya tawar, yang kita sering lupakan model ini akan mengeleminasi kemungkinan munculnya persaingan yang tidak sehat antar daerah. Ini masalah yang banyak dirasakan pelaku usaha, tapi sering kita tidak menyadarinya,” kata Daryono yang juga menjabat sebagai Ketua Asita Solo.

Secara gamblang Daryono mengatakan, langkah paling mudah dan paling cepat untuk dilakukan bersama dalam waktu dekat ini sebagai wujud kerja sama adalah membuat paket wisata bersama, sekaligus promosinya. Ia juga mencontohkan, kalau ada wisatawan mancanegara berwisata selama tiga hari, mungkin bisa dibagi, dua hari menginap di Jogja dan sehari di Solo. Bisa pula menginap di Solo sehari, terus jalan ke Semarang sehari dilanjutkan ke Jogja.

“Para wisatawan itu mungkin berwisatanya di Jogja dan sekitarnya, tapi untuk berbelanja dan kuliner, bisa di Solo. Untuk wisatawan dari Eropa, bisa jadi ingin tahu pesona Semarang yang memiliki Kawasan Kota Lama,” kata Daryono memberi contoh.

Dalam pertemuan tersebut juga dikaji kesuksesan Solo Great Sale (SGS) yang bisa menjadi event tetap di Kota Solo. Wakil ketua Kadin Solo, Abdullah Soewarno, mengatakan partisipasi perhotelan dalam SGS cukup signifikan, baik dalam nilai transaksi maupun kepesertaan.  “Awalnya mereka ragu, namun setelah kami beri pengertian dan pemahaman, banyak hotel mendukung dan ikut SGS,” kata Abdullah yang juga ketua PHRI Solo. (smn/awo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*