JoSS, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan kenaikan gaji bagi para pegawai negeri pemerintah federal negara tersebut pada tahun depan. Hal itu disampaikan Trump dalam sebuah surat kepada para pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS, Kamis (30/8).
Dalam surat tersebut, Trump menggambarkan kenaikan gaji ‘tidak pantas’ dilakukan karena anggaran negara tidak cukup untuk mendukung kebijakan itu.
“Kita harus mempertahankan upaya bangsa kita pada jalur yang berkelanjutan secara fiskal, dan anggaran federal tidak mampu mempertahankan kenaikan tersebut,” katanya, seperti dikutip dari CNN.
Seperti diketahui Perekonomian Amerika Serikat sepanjang kuartal pertama tahun ini, versi final, tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi terjadi lantaran pengeluaran konsumsi yang menyentuh titik terlemah dalam lima tahun.
Namun, pasar tenaga kerja yang menguat, serta kebijakan pemangkasan pajak diharapkan masih dapat menopang perekonomian AS.
Departemen Perdagangan, mengumumkan angka final produk domestik bruto (PDB) AS yang tumbuh 2% year-on-year (yoy) pada periode Januari-Maret 2018. Angka ini lebih kecil dibanding rilis PDB pre-eliminary yang berada di level 2,2% yoy.
Pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama ini juga lebih rendah dibandingkan kuartal keempat tahun lalu yang mencapai 2,9% yoy. Penurunan ini mencerminkan melemahnya belanja konsumen dan inventaris yang lebih kecil dari perkiraan pemerintah bulan lalu.
Dilansir dari Reuters, belanja konsumen menyumbang lebih dari dua per tiga kegiatan perekonomian AS. Sayang, pertumbuhannya tertahan di level 0,9% yoy, lebih kecil dari pertumbuhan yang dilaporkan sebelumnya yaitu 1% yoy. Padahal, belanja konsumen AS tumbuh 4% yoy kuartal keempat tahun lalu.
Baca juga : Kim Jong Un Ancam AS Abaikan Kesepakatan Denuklirisasi
Ini merupakan laju pertumbuhan belanja konsumen AS yang terendah sejak kuartal kedua 2013. Namun, ada harapan belanja konsumen di kuartal kedua bisa membaik seiring dengan pasar tenaga kerja yang menguat sehingga tingkat pertumbuhan upah ikut membaik.
Di sisi lain, para ekonom juga mengingatkan bahwa kebijakan “American First” yang telah memicu perang dagang selama ini, memiliki andil dalam ketidakpastian prospek ekonomi AS.
Trump menjelaskan pembatalan kenaikan gaji sebesar 2,1 persen bagi para pegawai pemerintah federal mulai berlaku Januari tahun depan. Selain itu, penyesuaian gaji tahunan berdasarkan wilayah negara dimana pegawai tersebut ditempatkan, ‘kenaikan gaji lokal’ yang seharusnya diterapkan, menurut Trump juga tidak akan lagi terjadi.
“Saya telah menetapkan bahwa untuk 2019, kenaikan gaji tahunan dan gaji lokal adalah nol,” tulis Trump dalam suratnya.
Kongres AS dapat menolak dekrit Presiden jika para anggota parlemen meloloskan anggaran yang memasukan kenaikan gaji pegawai negeri federal. Musim panas lalu, Senat AS meloloskan beleid yang mencakup kenaikan gaji 1,9 persen bagi pegawai negeri federal. Versi DPR tidak mencakup kenaikan gaji tersebut. Para negosiator Senat dan DPR akan membahas langkah akhir dalam beberapa pekan mendatang.
Proposal anggaran Trump pada 2019, mencakup pembekuan gaji bagi pegawai negeri sipil pemerintah federal. Belum jelas apakah trump akan mengesahkan anggaran yang memasukkan kenaikan gaji. Gedung Putih belum mengeluarkan ancaman veto resmi atas anggaran yang disetujui Senat AS tersebut. (lna)

Leave a Reply