Cucu Pemilik Grup Tempo Scan Ditangkap Gunakan Kokain Di Toilet

kokain
Richard Muljadi | Foto : suara.com/wristbusters

JoSS, JAKARTA – Richard Muljadi cucu dari salah satu orang terkaya di Indonesia, tertangkap dalam kasus penggunaan kokain di sebuah restoran di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan Rabu (22/8) pagi.

Richard sendiri merupakan cucu dari konglomerat Kartika Muljadi, satu-satunya wanita dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Wanita kelahiran 1930 itu sukses dengan Tempo Scan Group, yang memiliki beragam anak perusahaan tersebar di tanah air.

Di usianya yang ke 88, Kartini masih menjalankan profesinya di perusahaan firma hukum, Kartini Muljadi & Rekan. Kartini saat ini menyerahkan pengelolaan bisnis keluargnya di bidang pembuatan obat, Tempo Scan, kepada putranya Handojo.

Sementara Richard Muljadi mewarisi bisnis neneknya menjadi pemilik perusahaan industri XINTAI – Well head & X – Mastree, Varel Drilling Bits, CORPRO SYSTEM Ltd. Coring services, Downhole Products.

Sebelumnya, polisi menemukan sebanyak 0,038 gram sisa kokain yang telah digunakan oleh Richard, saat ditangkap, ia masih dalam kondisi mabuk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya mengaku belum dapat memastikan jumlah kokain yang dibeli oleh Richard. Hal tersebut karena sebagian besar kokain telah digunakan oleh Richard sesaat sebelum ditangkap.

Sisa-sisa kokain itu juga ditemukan salah satunya di layar ponsel jenis Iphone X dan selembar uang lima dollar Australia. “Kita tunggu saja [jumlah keseluruhan] yang bersangkutan juga masih pemeriksaan,” tuturnya.

Dari pemeriksaan tes rambut, darah dan urine yang dilakukan terhadap Richard, dia pun diketahui positif menggunakan kokain dan benzodiazepine. Zat ini termasuk jenis obat penenang.

Meski demikian hasil tes urine menyatakan Richard negatif dalam penggunaan narkotika lainnya seperti morfin, ganja, amphetamin dan methamphetamin.

Argo mengatakan permintaan keterangan dari Richard belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Sebab, Richard masih berada di bawah pengaruh kokain yang dikonsumsinya.

Baca juga : Pelaku Curanmor dan Pengedar Narkoba di Solo Berhasil Dibekuk

Keadaan yang belum stabil membuat polisi belum mendapatkan keterangan secara mendetail terkait cara dia mendapatkan kokain dan berapa uang yang dikeluarkannya untuk mendapatkan barang tersebut.

Sejauh ini Richard telah mengakui jika dirinya selama dua tahun belakangan mengkonsumsi kokain dan benzodiazepine. Namun belum ada alasan untuk apa penggunaan barang-barang tersebut.

Dari penangkapan polisi telah menyita barang bukti berupa Iphone X warna hitam dan selembar uang lima dollar Australia yang didapati juga sisa kokain bekas pakai.

Argo menjelaskan kronologis penangkapan terhadap Richard. Saat itu, perwira kepolisian Kombes Herry Heryawan alias Herimen sedang berada di restoran yang sama dengan Richard. Saat itulah, Herry menuju ke toilet yang ada di restoran tersebut.

Sebelum Herry ke toilet, Richard pun telah masuk terlebih dahulu ke dalam bilik tersebut. Herry yang menunggu cukup lama pun menaruh curiga.

“Pak Herimen sedang melakukan kegiatan di SCBD dan pada saat yang bersangkutan ke kamar mandi, ternyata kamar mandi dipakai orang, dan setelah dipakai ditunggu kok lama sekali yang bersangkutan tidak keluar-keluar dari kamar mandi,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya

Saat Richard keluar dari kamar mandi, Argo mengatakan, Herry, yang merupakan mantan Kapolres Depok dan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya itu, pun menemukan sisa-sisa kokain yang digunakan Richard.

“Pak Herimen menemukan bahwa di atas handphone di layar itu ada serbuk putih di sana, karena yang bersangkutan adalah seorang reserse dan dia mengetahui akhirnya dibawa barang bukti tersebut,” tuturnya, seperti dikutip dari CNN.

Herry pun lantas membawa Richard ke Mapolda Metro Jaya untuk diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Richard yang kini masih menjalani pemeriksaan pun telah menjalani tes urine, rambut dan darah.

Richard juga diketahui menggunakan kokain dengan alas handphone Iphone X warna hitam dan dihisap melalui uang lima dollar Australia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*