1.226 Pendaki Rinjani Berhasil Dievakuasi

pendaki
Upaya evakuasi pendaki Gunung Rinjani oleh tim gabungan | Foto : Istimewa /BNPB/lna/joss.co.id

JoSS, MATARAM – Sebanyak 1.226 pengunjung atau pendaki berhasil dievakuasi dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dalam upaya penyelamatan korban pascagempabumi 6,4 SR yang mengguncang Lombok, Minggu (29/7) pagi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pendaki atau pengunjung yang dievakuasi dengan selamat dari Taman Nasional Gunung Rinjani, sebanyak 1.226 orang.

“Data resmi tersebut diperoleh setelah dilakukan pencocokan dari berbagai pihak. Dari jumlah itu, 696 orang di antaranya warga negara asing (WNA), 530 orang warga negara Indonesia (WNI),” katanya dalam keterangan pers yang diterima JoSS.co.id, Selasa (31/7).

Evakuasi telah dilakukan sejak Minggu (29/7) hingga Selasa (31/7). Selain itu, 1 jenasah pendaki asal Makassar atas nama M. Ainul Taslim juga telah dievakuasi Tim Gabungan.

Semua telah keluar dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. BNPB merincikan, pada Minggu (29/7) dievakuasi sebanyak 669 orang, 507 orang WNA dan 162 orang WNI. Pada Senin (30/7) sebanyak 543 orang pengunjung yaitu 189 orang WNA dan 354 orang WNI.

Baca juga : Gelombang Air Setinggi 7 Meter Hantam Kawasan Wisata Pantai Trisik Kulonprogo

Selanjutnya, Selasa (31/7) 14 orang WNI dievakuasi dan 1 jenazah pendaki asal Makassar meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran bebatuan ketika beranjak dari Danau Segara Anak, saat gempa bumi.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan tiga helikopter milik BNPB, TNI AD dan PT AMNT. Tiga orang WNI dievakuasi menggunakan helikopter karena korban masih trauma dengan guncangan gempa dan pertimbangan kondisi kesehatan.

Helikopter mendarat di Sembalun pada pukul 09.39 WITA. Satu jenazah dievakuasi dengan helikopter dan mendarat di Lapangan Camat Sembalun pada pukul 11.25 WITA.

“Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mataram. Sedangkan 11 orang WNI dievakuasi melalui jalur darat. Dipandu Tim Evakuasi Gabungan, dan semuanya tiba di Posko Terpadu Sembalun dengan selamat,” tambah Sutopo.

Sementara itu, Ada 244 orang Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BTNGR, TNI, Polri, Dalmas, Mapala, tenaga medis, SAR Unit, dan relawan telah mengevakuasi semua pengunjung dari kawasan TNGR.

Menurut laporan dari BTNGR, saat ini kawasan TNGR telah kosong dari pengunjung. Artinya sudah tidak pengunjung. Semua pengunjung dari mancanegara telah dievakuasi dengan selamat.

Hingga saat ini, kawasan TNGR masih dinyatakan ditutup untuk pendakian dan wisata. PVMBG bersama BTNGR akan melakukan pemantauan di lapangan terkait ancaman longsor di jalur pendakian Sembalun dan Senaru.

Adanya gempa-gempa susulan yang masih berlangsung dikhawatirkan juga dapat memicu longsor. Sudah terjadi 346 kali gempa susulan hingga 31 Juli 2018 pukul 10.00 WIB tadi.

Intensitas gempa makin mengecil. Oleh karena itu, kawasan TNGR masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*