Waduh, Jelang Perhelatan DCF 2018, Suhu di Dieng Capai Titik Beku

titik beku
Fenomena ‘bun upas’ atau embun yang membeku itu terpantau makin ekstrim dua hari terakhir | Foto : facebook rahma mawmaw

JoSS, DIENG – Jelang pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2018 pada 3-5 Agustus nanti suhu udara sebagian kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ini terus menurun hingga mencapai titik beku dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Sekretaris Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Sabar Alfarisdi, mengatakan fenomena membekunya sebagian Dieng saat kemarau yang disebut warga dengan ‘bun upas’ atau embun yang membeku itu terpantau makin ekstrim dua hari terakhir.

“Pas Kamis (26/7) subuh kemarin cek termometer ada yang minus 5, ada yang minus dua, ada yang nol derajat celcius,” ujarnya, Jumat (27/7).

Sedangkan pada Jumat pagi ini, suhu yang terpantau mulai pukul 04.00- 05.00 WIB paling rendah di titik 3 derajat celcius.

Sabar menuturkan, sebenarnya sudah sejak awal pekan ini penurunan suhu kala subuh makin ekstrem dirasakan warga. Hal itu dapat terlihat dari obyek-obyek yang berada di luar ruangan rumah warga yang mudah sekali membeku.

“Gelas-gelas atau botol air minum kalau warga pas lupa memasukkan ke dalam rumah, pas dicek pagi harinya pasti sudah membeku,” ujar Sabar.

Baca juga : Gelombang Air Setinggi 7 Meter Hantam Kawasan Wisata Pantai Trisik Kulonprogo

Selain itu keran air yang berada dekat ladang yang biasa dipakai menyirami ladang ketika airnya akan mengucur sebelum pukul 06.00 juga langsung membeku. Juga ketika ada air yang menetesi kemasan kaleng roti turut membeku.

Meski air di luar ruang mudah membeku, Sabar menuturkan, hal itu tak berdampak dengan kondisi air di dalam rumah. “Cuma dingin saja kalau air di dalam rumah, tak sampai mampet gara-gara membeku,” ujarnya.

Sumber air warga Desa Dieng Kulon kebanyakan menggunakan sumur bor. Selama ini ketika fenomena bun upas datang di masa puncak kemarau, belum pernah sampai mengganggu sumber air rumah tangga warga. Warga lokal pun juga tak ada yang sampai sakit begitu pula kondisi ternak juga tak ada persoalan.

Hanya saja tanaman seperti kentang atau wortel yang berusia kurang dari sebulan hampir bisa dipastikan gagal panen karena mati terkena bun upas itu.

“Kalau sudah lewat pukul 06.00 atau sinar matahari keluar biasanya semua mulai mencair lagi, dan normal lagi,” ujarnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyo Aji Prayoedi menuturkan Jumat 27 Juli 2018, perkiraan kondisi suhu Dieng yang berlaku mulai pukul 07.00 sampai 19.00 WIB berkisar 12-24 derajad celcius. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*