Pesan Piala Dunia Bagi Suporter Sepak Bola Tanah Air

sepak bola
Nobar final Piala Dunia di halaman RRI Semarang, Minggu (15/7) malam berjalan tertib meski dihadiri ribuan warga yang beda dukungan. Foto : Joy/istimewa/joss.co.id)

JoSS, SEMARANG – Sepakbola adalah wadah pemersatu. Pesan ini ditangkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat nonton bareng (nobar) final Piala Dunia bersama ribuan warga Semarang, Minggu (15/7) malam.

“Bahwa sepakbola ini merupakan alat pemersatu dari semua suku bangsa di dunia ini, termasuk di Indonesia,” kata Condro di kegiatan nobar di halaman RRI Semarang.

Dan sebagai alat pemersatu, Condro berharap penonton maupun suporter sepakbola di Indonesia, khususnya pendukung dari klub sepakbola di Jawa Tengah, bisa tetap menjaga kerukunan, kondusifitas wilayah.

“Di dalam penyelenggaraan sepak bola tentunya harus tetap dijaga keamanan ketertiban kondusifitas supaya yang mendukung, menyuport, menyeponsori juga akan terus bergairah,” pintanya.

Bagi Condro, apa yang ditunjukkan para pendukung tim sepakbola negara lain yang bertanding di Piala Dunia patut diteladani. Termasuk spotifitas yang ditunjukkan pemain-pemain yang berlaga di even empat tahunan tersebut, patut ditiru pemain sepakbola Tanah Air.

“Jadi kita melihat di sana bagaimana penghargaan antarsuporter kemudian antarpemain itu betul-betul simpati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan fairplay dijunjung tinggi,” ujar Condro yang malam itu menjagokan Prancis sebagai pemenang.

Baca juga : Tekuk Kroasia, Prancis Juara Piala Dunia 2018

Pesan Condro memang bukan tanpa alasan. Sebab beberapa kali pertandingan Liga 1 maupun Liga 2 yang digelar di Jawa Tengah kerap diwarnai bentrok maupun kerusuhan antarsuporter. Terbaru adalah bentrok antara pendukung Persis Solo dengan warga Mangkang, Kota Semarang usai pertandingan lanjutan Liga 2, Persis VS Persik Kendal, sepekan lalu.

Sementara itu, gelaran nobar final Piala Dunia di halaman RRI Semarang berjalan tertib. Meski dihadiri ribuan warga Semarang, dua pendukung dari Prancis dan Kroasia duduk berdampingan tanpa ada teriakan yang memancing keributan.

Teriakan kegembiraan dari pendukung Prancis saat gawang Kroasi bobol empat kali mampu diterima dengan baik oleh pendukung Kroasia. Pun ketika pemain Kroasia bisa membalas dua gol ke gawang Prancis, juga dapat diterima dengan senyuman. Alhasil hingga nobar berakhir tidak ada insiden apapun.

“Terimakasih kepada warga Semarang yang sudah menunjukkan semangat kebersamaan. Meski beda dukungan tapi tetap menjaga ketertiban dan persaudaraan. Dan gelaran nobar di Semarang merupakan yang terbanyak dihadiri warga dari seluruh nobar yang diadakan RRI di seluruh wilayah di Indonesia,” pungkas Kepala RRI Semarang Anhar Ahmad. (joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*