[widget id="text-5"]

Pejabat World Bank Meninggal Karena Tenggelam Di Bali

word bank
Ilustrasi tenggelam | Foto : google

JoSS, KUTA BALI – Warga negara Amerika Serikat, Aakansha Pande yang juga menjabat sebagai Senior Economist World Bank, Aakansha Pande meninggal karena tenggelam di Pantai Double Six Seminyak Kuta Badung, Bali Sabtu (21/7).

Korban yang  menginap di Hotel Indigo Seminyak Kuta Badung ini dipalorkan tenggelam di Pantai Double Six Seminyak pada Sabtu (21/7), pukul 17.10 Wita. Menurut keterangan dokter jaga di Rumah Sakit (RS) Siloam Bali, korban dilarikan ke RS Siloam oleh petugas balawisata Kabupaten Badung.

Setelah dilakukan beberapa pengecekan pada kondisi korban saat itu, pasien dinyatakan sudah meninggal saat sampai di rumah sakit tersebutDirinya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS. Siloam, Kuta, Badung.

Sesampainya di RS Siloam, korban sempat diperiksa diantaranya, cek respon, cek denyut nadi dan nafas serta dilakukan rekam jantung. Hasil pengecekan itu menyebutkan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Dokter yang berjaga pada saat itu menyarankan agar jenazah tersebut dipindahkan ke RS Sanglah, Denpasar, untuk keperluan otopsi, namun suami korban yang menjadi teman perjalanannya ke Bali, Zaid Haider menolak permintaan tersebut.

Baca juga : Aktivis HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara Meninggal

Selanjutnya, RS Siloam menghubungi tim dari RS Angkatan Darat, Denpasar, untuk proses penyerahan jenazah, pada pukul 22.30 Wita, jenazah dipindahkan ke penitipan jenazah RS Sanglah menggunakan ambulans Antar Bangsa.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh warga negara amerika dengan nomor pasport 579541046 itu. Kabar meninggalnya wanita cantik ini baru tersiar pada Minggu (22/7) petang.

Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi membenarkan jika pihaknya menerima jenazah Aakansha Pande dari RS Siloam.

Sejumlah pemeriksaan luar juga sudah dilakukan. Namun terkait hasilnya, ia tidak bisa memberikan keterangan.

“Iya, pihak kami ada menerima jenazah korban itu. Namun soal hasil visum luar ada dibawah tanggung jawab Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang bertugas hari itu, bukan saya,” katanya.

Jenazah diterima oleh Instalasi Forensik RSUP Sanglah pada Sabtu (21/7) sekira pukul 24.00 Wita. Setelah administrasi selesai, jenazah langsung dipulangkan menggunakan biro jasa pada Minggu (22/7) siang sekira pukul 14.00 Wita. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]