JoSS, SOLO – Real Estate Indonesia (REI) berkomitmen untuk membangun 10.000 unit rumah bersubsidi guna meminimalkan angka kesenjangan rumah yang terbangun dengan jumlah kebutuhan (backlog) perumahan di Jawa Tengah.
Ketua REI Jawa Tengah M.R. Prijanto mengatakan tingkat kebutuhan rumah bersubsidi di Jawa Tengah masih sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Pemukiman Jawa Tengah, angka backlog hingga saat ini sekitar 800.000 unit, sedangkan data BPJS Ketenagakerjaan sekitar satu juta unit.
Untuk itu, pihaknya terus optimalkan pembangunan. Upaya ini diperkuat dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan bagi Masyarakat berpenhasilan Rendah (MBR).
Dia menuturkan, REI menargetkan pembangunan rumah di Jawa Tengah khususnya rumah subsidi, pada tahun ini 10.000 unit. Hingga saat ini seudah terrealisasi sebanyak 3.900 unit.
“Khususnya rumah subsidi, kebutuhan di Jawa Tengah masih sangat tinggi. Untuk itu kami akan fokus pada pembangunan rumah subsidi. Target tahun ini 10.000 unit rumah, yang sudah terbangun sekitar 3.900 unit,” katanya, Selasa (17/7).
Baca juga : REI Jogja Bakal Bangun 3.000 Rumah Murah
Menurut dia, target pembangunan rumah pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 9.600 unit.
Pada tahun ini pembangunan rumah subsidi difokuskan pada empat target pasar, di antaranya PNS dan TNI/Polri. “Selain itu, peruntukannya juga pada pekerja di sekitar kawasan industri dan kelompok masyarakat sektor formal,” katanya.
Dia menuturkan, baik target tahun ini maupun realisasi tahun lalu, tercatat menurun dibandingkan dengan jumlah rumah yang telah dibangun DPD REI Jateng pada 2016 yang mencapai 11.500 unit rumah.
“Kondisi ekonomi memang sangat mempengaruhi pasar rumah subsidi, misalnya pada 2017 lalu kondisi ekonomi menurun, nah di tahun 2018 ini mulai ada perbaikan, efeknya demand rumah subsidi juga meningkat,” terangnya.
Sementara itu, pembangunan rumah MBR lanjut Prijanto pada tahun ini akan di fokuskan kepada empat target pasar. Adapun keempat target pasar tersebut meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, Pekerja di sekitar kawasan industri dan kelompok masyarakat sektor formal. (lna)

Leave a Reply