
JoSS, SOLO – PT Angkasa Pura I menargetkan pengerjaan proyek stasiun kereta di Bandara Internasional Adi Soemarmo ditargetkan selesai pada September 2018, menyusul progress pengerjaannya yang kini mencapai 67%.
General Manager PT Angkasa Pura I, Abdullah Usman mengatakan pengerjaan pembangunan stasiun kereta ini terus dikebut mengingat target operasional kereta api bandara ini harus dibuka pada Februari 2019.
Dia menambahkan progres pembangunan stasiun kereta Bandara Internasional Adi Soemarmo sudah mencapai 67%, sementara itu progress pembebasan lahan sudah diselesaikan.
“Perkembangan pembangunan stasiun kereta api bandara sudah 67%. Target kami September sudah rampung. Setelah itu tinggal menunggu rel atau track-nya di bawah tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia [KAI],” ujarnya, baru-baru ini.
Abdullah menambahkan stasiun di bandara ini dibuat dua lantai. Stasiun kereta bandara ini bakal memiliki kapasitas sekitar 250 orang untuk satu kali berangkat. Dia memperkirakan dalam sehari terdapat tujuh perjalanan kereta pulang pergi.
Di samping itu, Bandara Adi Soemarmo terus mematangkan sejumlah rencana perluasan. Antara lain, perluasan apron 130 meter x 215 meter. Existing apron ini nantinya bisa menampung 15 pesawat berbadan kecil. Selain itu, juga akan dilakukan perpanjangan runway dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter dan perluasan terminal penumpang 13.000 meter persegi.
Baca juga : BPNB: Jumlah Korban Gempa DI Lombok 91 Orang Meninggal
Di sisi lain, AP I mendorong maskapai membuka rute penerbangan baru supaya wisatawan yang masuk ke Kota Solo dan sekitarnya semakin banyak. Salah satu maskapai yang didesak untuk segera membuka rute baru adalah Citilink. Saat ini Citilink membuka penerbangan Solo– Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari.
“Saat ini saya masih menunggu Citilink yang akan membuka beberapa rute baru, salah satunya Solo-Pontianak,” katanya.
Saat ini PT AP I melayani 66 frekuensi penerbangan. Sedangkan untuk jumlah penumpang berangkat setiap harinya sekitar 3.800 penumpang. Jumlah ini memang jauh jika dibandingkan peak season yang mencapai 4.200 penumpang per hari.
Sementara itu, Project Director Daop VI/Yogyakarta, Yurish Wibawa, mengatakan Kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo diproyeksikan menjadi moda transportasi massal cepat yang menghubungkan bandara tersebut dengan Bandara Adi Soetjipto, DI Yogyakarta.
Menurut dia adanya KA Bandara ini akan menjadi alternatif transportasi massal yang selama ini didominasi KA Prameks dan bus Solo-Jogja.
Menurut dia PT KAI akan memakai KRDE yang saat ini masih dipesan di PT INKA. Kereta tersebut berkapasitas 200 tempat duduk. Namun, untuk kondisi normal, kereta mampu menampung 393 penumpang (sebagian berdiri).
“Saat paling sibuk, kereta mampu mengangkut maksimum 492 penumpang, dan saat crush load bisa 589 penumpang,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply