
JoSS, SUKOHARJO – Sejumlah daerah di Jateng menerapkan jam malam untuk menutup jalur yang menjadi akses kota atau kabupaten. Hal ini guna membatasi aktifitas warga di malam hari terkait pencegahan penyebaran virus corona.
Jalan utama penghubung Solo dan Sukoharjo, yakni Jalan Ir Soekarno Solo Baru bakal ditutup saat malam hari. Penutupan akan berlangsung dalam tujuh hari, terhitung sejak Selasa (31/3).
Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Marwanto mengatakan, penutupan jalan dilakukan untuk mengurangi aktivitas masyarakat yang tidak perlu. Diharapkan masyarakat beristirahat di rumah.
“Jalan ditutup mulai pukul 21.00 WIB sampai 06.00 WIB selama tujuh hari. Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19),” kata Marwanto.
Jalan tersebut dipilih karena merupakan akses utama penghubung Solo-Sukoharjo. Ada sejumlah mal dan pusat pertokoan di sepanjang jalan itu.
Pada malam hari, biasanya banyak pedagang kaki lima yang buka dan menjadi tempat berkumpulnya orang-orang.
Selain itu, jalan tersebut berada di kawasan Kecamatan Grogol. Di kecamatan tersebut terdapat dua kasus positif COVID-19. Salah satunya meninggal dunia.
“Kecamatan Grogol ini termasuk zona merah. Dengan langkah ini diharapkan daerah ini menjadi zona hijau lagi,” ujarnya.
Pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penutupan tersebut apakah akan diperpanjang atau bahkan diterapkan di lokasi lain.
Selanjutnya Pemkot Magelang menutup akses jalan protokol yang menuju arah Kota Magelang. Untuk penutupan total ini dilakukan dari sisi utara atau arah dari Semarang.
Baca juga: 1.200 Titik Zona Merah Corona di Jateng Disterilkan
Penutupan dilakukan di Pertigaan Kebonpolo, untuk itu kendaraan yang akan menuju arah kota dialihkan belok kiri melewati Jalan Urip Sumoharjo. Demikian halnya kendaraan dari arah Semarang menuju Yogya melewati Jalan Urip Sumoharjo.
Kemudian untuk penutupan dari arah selatan dilakukan di depan Hotel Trio. Untuk itu, kendaraan yang akan menuju kota dialihkan menuju arah Jalan Soekarno-Hatta atau arah menuju Terminal Tidar.
Sekda Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, penutupan jalan protokol ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
“Penutupan jalan protokol ini untuk memutus mata rantai penyebaran, ditutup total. Kalau mau ke kota lewat jalan alternatif masih bisa,” katanya, seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (31/3).
Penutupan sementara ini, katanya, akan dilakukan seminggu ke depan dan nantinya akan dilakukan evaluasi. “Kita lihat seminggu ini,” ujar Joko.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana menambahkan, kebijakan pengalihan arus difokuskan di Jalan A Yani (utara). Jalur dari Semarang menuju Yogya melalui arah Jalan Urip Sumoharjo.
“Kemudian dari selatan (Yogya), mau ke Semarang kami arahkan masuk ke Jalan Soekarno-Hatta. Ini bentuk kepedulian kami Pemerintah Kota Magelang tentu bekerja sama dengan Polres Magelang Kota merespons adanya COVID-19 ini supaya tidak merebak ada pengendalian. Ini upaya dari pengendalian,” ujar Singgih.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berlakukan penutupan lima jalan protokol yang ditutup, yaitu sepanjang Jalan Pandanaran mulai Tugu Muda sampai Simpanglima, sepanjang Jalan Pemuda mulai Mal Paragon sampai Tugu Muda, sepanjang Jalan Gajah Mada mulai Simpanglima sampai Simpang Gendingan, sepanjang Jalan Pahlawan mulai bundaran air mancur tugu tunas sampai Simpanglima, dan sepanjang jalan Achmad Yani mulai simpang RRI sampai Simpanglima.
Pada tahap pertama penutupan jalan akan dilaksanakan mulai pukul 18.00 WIB sore sampai 06.00 WIB pagi. (lna)

Leave a Reply