Jika Imunitas Tubuh Bagus, Virus Corona Disebut Bisa Mati Sendiri dalam 7 Hari

Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo | Foto: twitter @dinkesjateng

JoSS, SEMARANG – Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menyebutkan dengan sistem imunitas tubuh yang cukup baik, virus corona tak mudah menyebar ke seluruh anggota tubuh. Bahkan virus yang kini tengah mewabah di China itu bisa mati dengan sendirinya dalam rentang waktu 5-7 hari.

“Virus itu belum ada obatnya. Tapi dia bisa mati sendiri selama lima sampai tujuh hari. Dengan catatan, selama penderita itu daya tahan tubuhnya baik, maka dia bisa melewati virus tersebut. Nah, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seseorang harus makan yang cukup, banyak-banyak istirahat, dan minum suplemen vitamin tambahan agar badan tetap fit,” katanya, Senin (27/1).

Seperti diketahui, virus mematikan tersebut telah menyebabkan 56 orang meninggal dunia dan menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 2.014 orang positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Yulianto menyatakan dalam kondisi paling kritis seseorang yang terkena virus corona suhu tubuhnya bisa naik drastis lebih dari 38 derajat celcius. “Untuk itulah, kita sampai sekarang terus melakukan pengawasan yang ketat agar dapat memastikan orang yang berpergian dari Tiongkok tidak terpapar virus corona,” katanya.

Ia menuturkan, gejala penderita virus tersebut hampir mirip dengan sakit flu biasa. Bahkan, jika tak dilakukan analisa yang cermat, petugas medis sulit membedakan antara flu dengan gejala virus corona.

Baca juga: Jangan Panik Soal Isu Virus Corona, Begini Tips Dari Pakar Infeksi RSUP dr Kariyadi

“Gejalanya nyaris mirip flu biasa. Cuma demamnya lebih tinggi di atas 38 derajat. Kemudian penderitanya mengalami sakit kepala, batuk-batuk kering, kadang juga sesak napas. Tapi untuk infeksi paling berat bisa mengalami gagal napas,” terangnya.

Yulianto mengaku belum ada satu pun warganya yang ditemukan suspect virus corona. Pihaknya masih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan berkoordinasi bersama pihak pelabuhan dan bandar udara.

Ia menekankan, semua orang yang habis berpergian dari Tiongkok, wajib menjalani pemeriksaan di pintu masuk bandara dan pelabuhan.

Pihaknya juga meminta kepada tim Imigrasi di tiap kabupaten/kota, turut aktif memperketat pengawasan terhadap turis yang masuk ke Jateng. Tim medis Puskesmas telah diimbau bersiaga untuk memberikan pelayanan dasar di tiap daerah.

“Minimal sekarang harus ada survei dari tim Imigrasi. Harus benar-benar ketat di pelabuhan dan bandara. Karena mengawasinya kan juga sulit,” tuturnya.

Para penderita yang positif virus corona nantinya dilakukan pengambilan sampel di Puskesmas atau rumah sakit rujukan pemerintah. Kemudian, sebuah alat khusus diusapkan di tenggorokan untuk mengambil sampel bakteri dan dikirim ke laboratorium Badan Penelitian dan Kesehatan (Balitbangkes) RI.

“Biar tahu apakah itu benar virus yang dicurigai. Kalau ada tanda infeksi saluran napas dan seminggu sebelumnya dia pernah ke Tiongkok, kita wajib menduga dia terinfeksi virus corona,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*