
JoSS, SEMARANG – Beredarnya video mengerikan terkait orang-orang yang terinveksi virus corona yang tengah mewabah di China membuat masyarakat khawatir. Meski harus diantisipasi penularannya, pakar infeksi RSUP dr Kariyadi mengimbau masyarakat tak perlu panik.
Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP dr. Kariadi Dokter Muchlis Achsan Udji mengatakan Kemungkinan penyebaran virus corona yang bisa mengakibatkan penyakit pneumonia berat itu bisa dicegah dengan kekebalan tubuh.
“Penyakit ini penyakit yang sangat menular, tapi yang perlu ditekankan kepada masyarakat adalah jangan sampai panik, mengingat penyebab adalah virus, virus itu bisa diatasi kalau sistem kekebalan tubuh kita bagus,” katanya, belum lama ini seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, jika seseorang dalam kondisi panik, maka sistem kekebalan tubuhnya akan langsung amburadul dan tidak bisa bekerja dengan baik sehingga virus penyakit masuk serta menyebabkan serangan yang lebih ganas.
“Tetap waspada, tidak perlu panik karena pemerintah dalam hal ini rumah sakit, Kantor Kesehatan Pelabuhan [KKP], laboratorium siap untuk pemeriksaan, sudah disiapkan secara prosedur,” ujarnya.
Terkait dengan lama perawatan pasien penyakit pneumonia berat, dirinya menyebut hal itu tergantung dari kondisi pasien dan kecepatan penanganan.
“Tergantung kondisi pasien, biasanya tujuh hari sudah sembuh, jika tidak punya penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi. Penyakit akibat virus biasanya sembuh dengan sendirinya asal sistem kekebalan tubuh kita bagus,” katanya.
Baca juga: Asita Jateng Desak Penutupan Sementara Rute Solo-Kunming China
Sistem kekenalan tubuh, kata dia, bisa dikendalikan dengan istirahat yang cukup, asupan gizi seimbang yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kemudian, olahraga teratur dan terukur serta selalu berprasangka baik.
Seperti diketahui, pemerintah China mengisolasi Provinsi Hubei khususnya daerah Wuhan tempat awal mula berkembangnya virus Corona. Hingga kini, Pemerintah China melansir 1.975 kasus di seluruh daratan.
Dilansir dari AFP, wabah virus corona ditetapkan dengan status darurat. Pemerintah China juga menutup akses keluar dan masuk di lebih dari 12 kota, termasuk Wuhan di Hubei dan melakukan upaya karantina.
Pada Minggu (26/1), Pemerintah Daerah Shanghai menghentikan seluruh layanan bus yang masuk atau ke luar kota. Kebijakan ini guna mendukung pihak otoritas China yang memblokir penyebaran virus corona.
Kebijakan yang diambil akan berlaku sesegera mungkin, ke depannya kebijakan akan dilakukan di ibu kota Beijing, dua kota di utara China dan provinsi timur Shandong.
Sebagai langkah mitigasi terhadap virus corona, China juga memerintahkan pelarangan sementara perdagangan hewan liar. Virus corona diduga tersebar melalui daging hewan liar seperti kelelawar dan ular.
Pemerintah Kota Tianjin juga memutuskan menutup seluruh layanan bus antar provinsi di seluruh kota di bagian timur China itu. Penutupan terkait wabah virus Corona ini diberlakukan mulai Senin, (27/1).
Industri pariwisata Hong Kong juga terdampak, yakni dengan penutupan Disneyland di Wilayah itu. Komisi Transportasi Kota Tianjin tidak menyebut lebih lanjut kapan layanan-layanan bus tersebut akan dioperasikan kembali. (lna)

Leave a Reply