
BLORA, JOSS.CO.ID – Dua tempat pemrosesan akhir (TPA) di kabupaten Blora kian penuh, Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) jadi harapan untuk atasi persoalan sampah.
Kepala DLH Blora Istadi Rusmanto mengatakan, Saat ini pihaknya menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, dan saat ini tahab kajian.
“Program ini, pengolahan sampah membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton per hari, jadi kita harus kolaborasi,”
Sementara itu, kebutuhan pasokan masih kurang sekitar 55 ton per hari. Rencana pembangunan fasilitas PSEL berada di Kabupaten Pati karena kesiapan lahannya. Sehingga, pemenuhan kebutuhan sampah nantinya membutuhkan kolaborasi sejumlah daerah, termasuk Blora.
“Program ini bagus sekali. Kalau nanti terealisasi, bisa menjadi solusi untuk persoalan sampah di Blora,” ujarnya.
Kapasitas TPA Tempurejo Blora hanya 60.554 ton. Sedangkan di TPA Jambe Cepu memiliki kapasitas 25.670 ton dan dua TPA tersebut sudah hampir penuh.
Dalam skema PSEL nantinya sampah tidak perlu dipilah antara organik dan anorganik. Proses pengolahan dilakukan menggunakan fasilitas dan peralatan yang disiapkan dalam program tersebut.
“Untuk armada dan mobilisasi akan di bantu provinsi maupun tim yang menangani PSEL. Daerah tinggal menyiapkan pengangkutan sampah untuk dikirim ke lokasi pengolahan,” jelasnya.
Meski demikian, Istadi mengingatkan penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Persoalan sampah ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Penanganannya harus dimulai dari diri sendiri,” tandasnya.(ozi)
Baca Juga: Dua Tahun Menanti Pasar Baru, Kini Pedagang Ngawen Justru Keluhkan Kebanjiran

Leave a Reply