
MAGELANG, JOSS.CO.ID – Kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, menjadi saksi sejarah lewat perhelatan akbar dunia seni pertunjukan. Penyanyi legendaris dunia sukses menggelar konser megah ini pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Pertunjukan ini memadukan keindahan vokal tenor kelas dunia dengan kemegahan arsitektur warisan dunia UNESCO peninggalan Dinasti Syailendra abad ke-9.
Selain merayakan 30 tahun perjalanan album legendaris Romanza, perhelatan global ini juga membawa misi kemanusiaan yang kuat. Oleh karena itu, Shoemaker Live bersama Founder Prajna Murdaya merancang panggung ini bukan sekadar hiburan semata. Mereka menghadirkan aksi sosial nyata melalui program penggalangan dana yang menargetkan penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina serta wilayah terdampak konflik lainnya.
Antusiasme Penonton dan Pesona Kampung Budaya
Sementara itu, ribuan penonton dari dalam maupun luar negeri memadati lokasi acara dengan antusias tinggi. Para penonton memuji kenyamanan fasilitas serta atmosfer magis saat Andrea membawakan lagu-lagu ikonik seperti Vivo per Lei dan The Prayer. Rangkaian tur bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour ini memperkirakan kehadiran hingga 16.000 penonton, sebelum melanjutkannya ke JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Selain pertunjukan utama, panitia juga memeriahkan suasana dengan menghadirkan Kampung Budaya. Zona khusus ini menampilkan beragam seni tradisional, sajian kuliner khas, hingga promosi pariwisata unggulan Magelang dan Jawa Tengah.
Klarifikasi Isu Publik dan Pengamanan Terpadu
Meskipun berlangsung sukses, agenda ini sebelumnya sempat memicu dinamika dan sorotan publik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait rekam jejak kegiatan masa lalu. Namun, Andrea Bocelli segera menegaskan bahwa penampilannya murni berlandaskan kecintaan pada seni musik dan nilai kemanusiaan tanpa agenda politik maupun penyaluran dana ke pihak militer.
Selaras dengan hal tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memastikan bahwa komitmen Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina tetap tidak bergeser. Hasil klarifikasi menunjukkan ketiadaan indikasi dukungan terhadap Zionisme dari pihak penyanyi. Selanjutnya, guna menjamin kelancaran acara, Polda Jawa Tengah mengerahkan 3.229 personel gabungan untuk mengatur lalu lintas dan mengamankan lokasi. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Yuliyanto, bersama Kalakpam, Kombes Muhammad Aldian, memastikan seluruh rangkaian acara internasional ini berjalan aman, kondusif, serta mendongkrak ekonomi warga lokal.
Diplomasi Budaya di Panggung Internasional
Dari sudut pandang geopolitik, pakar hubungan internasional, Dr. Ahmad Sujai, mengapresiasi kolaborasi akbar ini sebagai bukti nyata kekuatan soft power Indonesia. Menurutnya, Candi Borobudur sebagai karya monumental berjiwa spiritual memancarkan pesan kuat bahwa peradaban manusia tumbuh dari dialog, persahabatan, dan penghormatan budaya, bukan pertentangan.
Pada akhirnya, pertemuan antara seni klasik dunia dan warisan sejarah Nusantara ini menjadi sumber inspirasi moral bagi masyarakat global. Melalui perpaduan nada yang indah di situs bersejarah ini, Indonesia sukses mengirimkan pesan damai dan persaudaraan universal kepada dunia.

Leave a Reply