
SOLO, JOSS.CO.ID — Gelaran Solo Documentary (SODOC) Film Festival 2026 resmi menyapa para pencinta film dokumenter. Tidak sekadar menjadi ajang perayaan karya visual, festival tahun ini membawa misi sosial dengan mengajak seluruh pengunjung berdonasi untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi di Indonesia.
Langkah kepedulian ini sejalan dengan proyeksi festival yang dirancang sebagai ruang refleksi serta bentuk kepedulian terhadap realitas sosial masyarakat.
“Tiket untuk menonton film di Sodoc Film Festival mulai dari Rp10.000. Sebagian dari hasil penjualan tiket nantinya akan didonasikan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masif terjadi di Indonesia,” bunyi keterangan dalam siaran pers dari panitia SODOC.
Festival bergengsi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan. Acara akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 Oktober 2026, berlokasi di HOOK Omah Sinten Ngarsopuro,Keprabon, Banjarsari, Surakarta.
SODOC 2026 hadir sebagai ruang perjumpaan inklusif antara para pembuat film dokumenter (dokumenteris) dan masyarakat luas. Melalui ruang ini, publik diajak berbagi perspektif tentang berbagai narasi serta dinamika kehidupan yang penting untuk dilihat, didengar, dan dipahami bersama.
Pada gelaran tahun ini, SODOC mengusung tema utama “Fase”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan proses perubahan serta masa peralihan dalam perjalanan hidup manusia.
Melalui spirit tema tersebut, penyelenggara bertekad menjaga film dokumenter agar tetap relevan. Film tidak hanya ditempatkan sebagai karya seni yang ditonton, melainkan juga berfungsi sebagai medium efektif untuk memahami dan mendiskusikan berbagai persoalan di sekitar kita.
Rangkaian SODOC Film Festival 2026 sejatinya telah dimulai sejak pendaftaran karya dibuka pada 11 Maret hingga 30 Juni 2026 lalu. Antusiasme para kreator tergolong tinggi, terbukti dengan masuknya 64 karya film dokumenter dari berbagai pelosok daerah.
Setelah melewati tahapan kurasi yang ketat, panitia menetapkan 15 film terpilih yang terbagi ke dalam empat kategori penayangan:
- Kompetisi Pelajar: 3 film
- Kompetisi Mahasiswa: 5 film
- Eksebisi Solo: 2 film
- Eksebisi Umum: 5 film
Seluruh karya terpilih diputar sepanjang gelaran festival pada 23-25 Oktober 2026. Puncak kemeriahan festival akan ditutup dengan malam penganugerahan sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi film dokumenter terbaik pilihan dewan juri serta film favorit penonton.

Leave a Reply