
KEBUMEN, JOSS.CO.ID — Seni Jamjaneng kini makin memperkokoh posisinya sebagai identitas kebudayaan daerah setelah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Mendikbudristek RI. Penetapan ini menjadikan musik tradisional khas Kebumen tersebut sebagai bagian sah dari kekayaan budaya nasional.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen, Muhammad Basikun Mualim, mengungkapkan bahwa penetapan seni Jamjaneng sebagai WBTb Indonesia sebenarnya telah berlangsung sejak 7 Desember 2021.
“Seni jamjaneng merupakan seni musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat Kebumen, Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kekayaan ekspresi seni, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, gotong royong, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Basikun Mualim pada kegiatan Sosialisasi Pementasan Seni Tradisi Jamjaneng, Sabtu (10/10/2026).
Dorong Langkah Nyata Pelestarian Budaya
Tokoh yang akrab disapa Ki Petruk Kabumian ini hadir sebagai narasumber bersama maestro Jamjaneng Kebumen sekaligus Ketua Umum Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kebumen (Pastrajakkeb), BE Susilohadi, S.Pd. Sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh para pelaku dan seniman seni Jamjaneng.
Melalui agenda ini, Ki Petruk berharap terbangun pemahaman dan kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan tradisi. Langkah ini dapat ditempuh melalui pementasan, regenerasi pelaku seni, pendokumentasian, hingga penguatan peran masyarakat.
Menurut Petruk, pengakuan dari pemerintah pusat merupakan modal penting, namun harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Ia berharap seni Jamjaneng terus diberi ruang apresiasi agar tetap hidup dan berkembang selaras dengan dinamika masyarakat.
“Kebudayaan yang hidup adalah kebudayaan yang terus diwariskan. Pengakuan merupakan awal, sedangkan pelestarian dan pemajuan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Persiapan Pementasan Jamjaneng Kolosal Libatkan 400 Seniman
Pada kesempatan yang sama, BE Susilohadi menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya membekali peserta dengan materi teknis mengenai Pakem Cara Nabuh Terbang dalam seni Jamjaneng, tetapi juga menjadi ajang persiapan pementasan kolosal.
Pagelaran Jamjaneng Kolosal kali ini direncanakan tampil spektakuler dengan melibatkan 20 grup Jamjaneng atau sekitar 400 orang pemain.
Pementasan mendatang merupakan gelaran kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2025 lalu di GOR Pandansari, Kecamatan Sruweng. Pada pagelaran tahun ini direncanakan melibatkan jumlah pemain yang lebih banyak.
Kedepan dalam rangka regenerasi, BE Susilohadi berharap Pastrajakkeb memiliki kesempatan untuk melaksanakan kegiatan jamjaneng bagi generasi muda demi menjaga kelestarian tradisi Kebumen di masa depan.
Baca Juga: Ribuan Siswa Al Irsyad Purwokerto Gelar Shalat Istisqa Serentak, Ajak Pelajar Ketuk Pintu Langit

Leave a Reply