
JAKARTA, JOSS.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI terkait pengusulan pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto.
“Pagi ini pimpinan DPR mendapat Surpres kepada Ketua DPR Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri,” ujar Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Habiburokhman menyampaikan bahwa calon Kapolri yang akan menjalani uji kelayakan (fit and proper test) adalah Komjen Suyudi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Maka sesuai dengan barusan digelar Badan Musyawarah DPR, hari ini 1 Oktober pagi, menugaskan Komisi III DPR melaksanakan uji kelayakan terhadap Komjen Suyudi, calon Kapolri,” katanya.
“Apakah disepakati? Setuju,” imbuh Habiburokhman.
Profil dan Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo
Jenderal Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia memulai kariernya di kepolisian setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1991. Lulusan PTIK (1998) dan SESPIM (2006) ini juga menyelesaikan studi S-2 di STIK PTIK pada 2008 serta Lemhannas pada 2017.
Sepanjang kiprahnya di kepolisian, Listyo pernah menduduki serangkaian jabatan strategis, antara lain:
- Kapolres Pati (2009)
- Wakapolrestabes Semarang (2010)
- Kapolresta Surakarta (2011)
- Kasubdit II Dit Tipidum Bareskrim Polri (2012)
- Direskrimum Polda Sulawesi Tenggara (2013)
- Ajudan Presiden RI / Pamen SSDM Polri (2014)
- Kapolda Banten (2016)
- Kadiv Propam Polri (2018)
- Kabareskrim Polri (2019)
Puncak kariernya diraih saat dilantik menjadi Kapolri pada 21 Januari 2021 menggantikan Jenderal (Purn) Idham Azis. Masa jabatan yang mencapai enam tahun menjadikan Listyo Sigit sebagai Kapolri dengan masa jabatan terlama sepanjang era Reformasi, melampaui rekor Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar (2001–2005).

Leave a Reply