Polres Wonogiri Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Pertalite di Bulukerto

Polres Wonogiri membongkar dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di Bulukerto. Tersangka S ditangkap bersama ribuan liter Pertalite.
Ungkap kasus penimbunan ribuan liter BBM bersubsidi jenis Pertalite di Mapolres Wonogiri, Rabu (7/10/2026). (Dok. Polres Wonogiri)

WONOGIRI, JOSS.CO.ID – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri membongkar praktik dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri.

Seorang pria berinisial S (44) berhasil diamankan pihak kepolisian lantaran diduga menimbun ribuan liter Pertalite untuk diperjualbelikan kembali demi meraih keuntungan pribadi.

Tersangka merupakan warga Kecamatan Bulukerto. Penangkapan tersebut dilakukan setelah jajaran kepolisian menindaklanjuti laporan dan informasi dari warga setempat terkait aktivitas mencurigakan berupa penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Dalam penggerebekan di rumah tersangka yang berlokasi di Dusun Dagangan, Desa Ngaglik, Kecamatan Bulukerto, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 2.625 liter Pertalite.

“Kasus itu bermula ketika petugas menindaklanjuti informasi masyarakat, terkait adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite,” kata AKBP Haris dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Espos pada Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, tim kepolisian langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengantongi identitas terduga pelaku S. Petugas kemudian mendatangi kediaman S pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Di rumah itu, petugas kami menemukan dan mengamankan BBM jenis Pertalite yang disimpan tersangka. Total kurang lebih 2.625 liter dalam puluhan wadah yang digunakan untuk menyimpan Pertalite. Barang bukti tersebut terdiri atas 70 galon berkapasitas 15 liter dan 45 jeriken berkapasitas 35 liter,” jelasnya.

Selain menyita ribuan liter Pertalite, petugas turut menyita satu unit armada Mitsubishi Pickup warna hitam. Mobil tersebut diketahui telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan tambahan mesin pompa serta selang untuk memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke dalam wadah penampungan.

Beberapa barang bukti pendukung lainnya juga ikut diamankan, meliputi satu unit ponsel Redmi, lima buah pelat nomor kendaraan, lima buah barcode MyPertamina, 70 galon kapasitas 15 liter, serta 45 jeriken kapasitas 35 liter.

“Pertalite yang dikumpulkan tersangka selanjutnya dijual kepada pembeli yang telah melakukan pemesanan. BBM bersubsidi tersebut dijual kembali dengan harga sekitar Rp12.000 per liter,” tambahnya.

Kapolres Wonogiri turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengawasi distribusi BBM bersubsidi di lingkungan sekitar. Warga diminta segera melaporkan ke kantor polisi terdekat jika menemukan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Pengungkapan kasus tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi pihak yang mencoba memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan BBM bersubsidi. Polisi menyatakan penindakan akan dilakukan apabila ditemukan praktik yang merugikan masyarakat dan berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi agar tidak tepat sasaran,” tutupnya.

Baca Juga: Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan Perintahkan Tindak Tegas Begal hingga Narkoba

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*