
CILACAP, JOSS.CO.ID – Manajemen PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) memperketat evaluasi aspek keselamatan dan kesejahteraan pekerja operasional maritim di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran rantai pasok energi nasional serta meminimalkan risiko kerja di wilayah perairan.
Peninjauan tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja manajemen PMSol ke Port Cilacap Area 70 serta kantor cabang Pertamina Trans Kontinental (PTK) Cilacap pada 2 Oktober 2026. Agenda ini bertujuan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menyerap aspirasi crew kapal dan Tenaga Alih Daya (TAD).
Saat mengunjungi kapal HT Transko Murai, manajemen berdialog dengan para crew yang bertugas di berbagai jenis armada seperti kapal RIB, AHTS, dan Harbour Tug. Para pekerja menyampaikan keluhan terkait kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai untuk durasi kerja panjang di laut lepas, serta mengusulkan penyesuaian insentif berdasarkan tingkat risiko pekerjaan.
Direktur Utama PMSol Joko Pramono menyatakan bahwa jajarannya berkomitmen untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut kepada pihak pemberi kerja demi menjaga perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.
“Keselamatan dan kesejahteraan crew maupun TAD merupakan bagian penting dalam memastikan pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Kami akan terus menyampaikan dan mengomunikasikan berbagai kebutuhan yang disampaikan di lapangan kepada user, sehingga aspek perlindungan, kesejahteraan, dan kebutuhan pekerja dapat terus diperhatikan bersama,” ujar Joko dalam siaran pers, Rabu (7/10/2026).
Selain dialog di atas kapal, PMSol mengadakan pertemuan dengan para pekerja TAD di kantor cabang PTK Cilacap. Pembahasan melingkupi kejelasan kontrak kerja, kepesertaan BPJS, premi asuransi, hingga usulan revitalisasi sarana dan prasarana armada pendukung.
Perhatian terhadap standar APD juga diselaraskan dengan concern HSSE Holding untuk menekan risiko kerja di kawasan berisiko tinggi. Selain isu ketenagakerjaan, kunjungan ini menegaskan peran vital Pelabuhan Cilacap yang menopang Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap berkapasitas 348.000 barrel per hari.
Jetty Area 70 berfungsi sebagai simpul distribusi minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM). Mengingat tingginya potensi risiko operasional, termasuk ancaman tumpahan minyak (oil spill), penerapan standar keselamatan ketat menjadi prioritas utama untuk menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
“Port Cilacap memiliki posisi yang sangat vital dalam mendukung transportasi dan keberlangsungan energi nasional. Karena itu, safety harus menjadi prioritas, termasuk perhatian terhadap risiko lingkungan seperti oil spill. Jangan sampai aspek keselamatan dan lingkungan justru menghambat operasional dan keberlanjutan,” kata Joko.
Manajemen PMSol memastikan seluruh masukan mengenai fasilitas armada, keselamatan, serta kesejahteraan pekerja di Pelabuhan Cilacap akan terus dikomunikasikan secara berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan.
Baca Juga: SDN Soprayan Sleman Terapkan Uji Coba MBG Prasmanan untuk Tekan Sisa Makanan

Leave a Reply