Penutupan jalan diberlakukan untuk menunjang kelancaran agenda gladi bersih pada Selasa serta puncak upacara peringatan pada Rabu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, menjelaskan bahwa penutupan jalan dan pengalihan arus akan mulai diberlakukan pada sore hari.
“Terkait dengan kegiatan peringatan pertempuran 5 hari di Semarang, insyaallah akan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Hari Selasa dan Rabu, jadi dimulai jam 5 sore sampai nanti selesai,” ujar Mulyadi kepada Kompas.com, Selasa (13/10/2026).
Durasi Penutupan Jalan Bersifat Tentatif
Mengenai lamanya waktu penutupan akses di sekitar Tugu Muda, pihak Dishub menegaskan bahwa skema penutupan di lapangan menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan jalannya acara.
“Nanti kalau memang jam 5 belum ada pergerakan berarti belum kita tutup penuh, tapi kalau sudah mulai full kegiatan, jam 5 yang direncanakan langsung ditutup penuh itu,” jelasnya.
Daftar Jalan yang Terkena Rekayasa Lalu Lintas
Para pengguna jalan diimbau untuk lebih waspada dan memperhitungkan rute perjalanan. Pengalihan arus lalu lintas terfokus pada titik-titik utama yang mengarah ke Tugu Muda, antara lain:
- Jalan Mgr Soegijapranata (Depan LP Wanita Bulu)
- Jalan Dr Soetomo (Simpang Kariadi)
- Jalan Pandanaran (Simpang Eka Karya)
- Jalan Pemuda (Simpang Paragon)
Mulyadi menyampaikan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah ruas jalan utama yang menuju ke arah Tugu Muda. Titik-titik pengalihan tersebut sudah diinformasikan melalui kanal resmi Dishub.
“Dari pengalihan-pengalihan tersebut ada di beberapa titik yang sudah kami share di Instagram kami, di media kami,” paparnya.
Daftar Lokasi Kantong Parkir Resmi
Bagi masyarakat yang bermaksud hadir langsung atau menyaksikan jalannya upacara peringatan sejarah ini di kawasan Tugu Muda, pihak Dishub telah menyiapkan beberapa titik lokasi parkir resmi di sekitarnya.
“Dan di situ juga ada beberapa titik kantong parkir mulai dari Pasar Bulu, Gereja Katedral, Udinus, dan Ruko Jalan Pandanaran,” sebut Mulyadi.
Imbauan Bagi Pengendara dan Pengguna Jalan
Untuk menghindari penumpukan kendaraan dan kemacetan parah, masyarakat diminta memilih jalur alternatif jika tidak memiliki agenda mendesak di pusat kota.
“Kami imbau untuk yang jelas untuk pengguna jalan untuk memperhatikan rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas serta menggunakan jalur-jalur alternatif yang tersedia.”
“Jadi kalau memang tidak ada hal kepentingan khusus untuk yang ke arah Tugu Muda, mungkin mencari jalur-jalur alternatif yang lain,” ucapnya.
Baca Juga: Lantik Wakil Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Tekankan Pengentasan Kemiskinan dan Soliditas Kepemimpinan

Leave a Reply