Mohammad Saleh: Penugasan Sarmuji Sebagai Menteri Perindustrian Keputusan yang Tepat

Mohammad Saleh menilai penugasan M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo adalah keputusan tepat untuk akselerasi industri nasional.
Ketua DPD Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh

SEMARANG, JOSS.CO.ID – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian sangat tepat.

Mohammad Saleh, yang juga merupakan doktor ilmu hukum di bidang Proyek Strategis Nasional (PSN) serta kandidat doktor energi di Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) ini, meyakini figur baru tersebut membawa angin segar bagi sektor manufaktur.

“Saya optimistis Mas Sarmuji mampu mempercepat gerak industri nasional karena pengalaman dan kesungguhannya dalam menjalankan berbagai penugasan bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Mohammad Saleh, Jumat (2/10/2026).

Saleh mengungkapkan, sebelum dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, Sarmuji yang sudah 3 periode berada di DPR RI dengan berbagai bidang penugasannya relevan dengan tugas yang diembannya sekarang. “Pernah di Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM dan BUMN. Juga lama berkiprah di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. Satu lagi, pengalamannya sebagai koordinator staf ahli DPR membuat beliau mampu menguasai banyak hal,” ujar Saleh yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah periode 2024-2029.

Kiprah Sarmuji di lembaga legislatif dengan keterlibatannya dalam bidang tenaga kerja, kependudukan, dan kesehatan membuat profil dan rekam jejaknya lebih lengkap. Kehadirannya sebagai orang pertama di Kementerian Perindustrian dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo diyakini akan membawa perubahan dan penyegaran sehingga industry nasional bergerak lebih cerah, cepat dan terarah sebagaimana yang dicanangkan Presiden.

Baca Juga: Ketua Golkar Jateng Meyakini Pengangkatan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi & Transisi Energi Percepat Kemandirian Energi

Tentang sosok Sarmuji, Saleh menganggap rekam jejaknya dalam berorganisasi juga sangat lengkap. Sebelum menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, posisi sebagai Ketua DPP, Wasekjen, dan Ketua DPD Jawa Timur pernah dijalani dengan baik. Perjalanan karis organisasi Sarmuji dimulai dari level yang paling bawah, seperti menjadi ketua koperasi di kampus, terpilih sebagai Ketua HMI Cabang jember sampai menjadi Ketua Umum HMI, Ketua KNPI dan Wasekjen HKTI. “Tidak semua orang punya perjalanan dan pengalaman seperti itu,” Saleh menambahkan.

Yang pasti, menurut Saleh, dalam berkerja Sarmuji memang tidak terlalu banyak bicara. Dia sosok penggerak organisasi sekaligus administratur yang tertib dan cakap. Sektor industry nasional sekarang membutuhkan penggerak yang mampu membaca dinamika sektor dengan cermat untuk kemudian membuat formula kebijakan dan mengimplementasikannya. “Kebutuhan itu saya rasa memang cocok dengan langgam kerja Mas Sarmuji.”

Pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini tengah memacu program hilirisasi industri nasional sebagai strategi utama peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Duet Sarmuji dan Bahlil dalam posisinya sebagai Menteri Perindutrian dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dipastikan solid mengingat keduanya juga merupakan Sekjen dan Ketua Umum Partai Golkar. Interaksinya dipastikan akan sangat intensif dan memungkinkan melakukan koordinasi yang biasanya hanya normatif, kini bisa sampai yang substantif.

Dalam amanatnya, selain menekannya urgensi hilirisasi, Kementerian Perindustrian juga diminta membenahi industri padat karya dengan fokus utama diberikan pada sektor yang menyerap banyak tenaga kerja seperti industri alas kaki dan tekstil. Hal lain yang dipesankan kepada Sarmuji oleh Presiden adalah pengendalian kebijakan impor dengan memperketat koordinasi lintas kementerian terkait aturan impor, khususnya untuk produk dan bahan baku yang kapasitas produksinya sudah bisa dipenuhi di dalam negeri.

Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah menyangkut pemberian insentif fiskal. Sebagai Menteri Perindustrian, Sarmuji diminta Presiden untuk berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Keuangan guna mengupayakan insentif penunjang bagi sektor industri agar kembali bergairah dan tumbuh optimal. (***)

Baca Juga: Menteri Perindustrian Sarmuji Siap Lanjutkan Program Agus Gumiwang dan Genjot Industri National

Mohammad Saleh menilai penugasan M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo adalah keputusan tepat untuk akselerasi industri nasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*