
SOLO, JOSS.CO.ID — Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Sugiyopranoto, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (25/10/2026) pagi. Sebuah mobil listrik milik warga terbakar setelah terkena percikan api dan tumpahan oli panas dari trafo listrik PLN yang meledak tepat di atas lokasi parkir kendaraan tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.10 WIB ini terekam dalam video berdurasi 1 menit 6 detik dan sempat viral setelah diunggah oleh akun Instagram @visit.surakarta. Dalam rekaman tersebut, terdengar beberapa kali suara ledakan keras yang disertai kepulan asap tebal, percikan api, serta suara alarm mobil yang berbunyi secara terus-menerus.
Komandan Regu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Purnomo, mengonfirmasi kejadian ledakan trafo yang berlokasi tepat di depan Gereja Kristen Kalam Kudus tersebut.
Kronologi Kejadian dan Penanganan Api
Insiden bermula saat pemilik mobil listrik berwarna hitam, Anita (warga Punggawan), memarkirkan kendaraannya di bawah trafo listrik untuk beribadah di gereja. Tak lama kemudian, trafo mengalami ledakan berulang kali hingga menumpahkan cairan oli yang terbakar ke arah mobil di bawahnya.
“Itu dari laporan dari Pak Linmas, melapor dari Keprabon itu. Tadi ada ledakan tiga kali. Setelah ada ledakan tiga kali itu pelumas dari travo yang di atas itu kan mengeluarkan api, olinya itu. Terus jatuh, di bawahnya itu pas posisinya parkir mobil listrik dari pengunjung gereja itu,” ujar Purnomo saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/10/2026).
Sebelum petugas Damkar tiba di lokasi, penanganan awal dilakukan oleh warga dan pihak gereja menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Setibanya di lokasi, petugas Damkar Solo menyemprotkan air untuk memastikan api benar-benar padam dan melakukan proses pendinginan.
Purnomo menjelaskan bahwa penanganan air baru dilakukan setelah memastikan kondisi aman bersama pihak PLN.
“Iya itu kan secara otomatis padam, karena sekringnya yang tiga itu putus. Sekring dari travo kan putus, secara otomatis padam. Tapi kita enggak berani nyemprot dulu sebelum ada PLN datang. Yang kita amankan yaitu mobil yang terbakar tadi,” terangnya.
“Itu ya sekitar 35 menit (pemadaman). Itu di situ kan memakai pemadamannya pakai APAR dulu. Setelah APAR sudah dikendalikan, itu baru kita semprot dengan air,” lanjut Purnomo.
Kondisi Mobil dan Kerugian
Kerusakan pada mobil listrik tersebut berfokus di area depan sebelah kiri, meliputi:
- Komponen bumper dan rumah lampu utama yang tampak meleleh akibat paparan panas.
- Area fender dan sekitar ban depan yang menunjukkan bekas paparan api.
- Kaca spion samping yang mengalami kerusakan parah hingga berubah bentuk.
Meskipun mengalami kerusakan di bagian depan, kendaraan tersebut dilaporkan masih bisa berfungsi untuk berjalan.
“Itu mobilnya cuma di bagian depan dekat ban itu. Tapi di ban itu juga masih hidup, jadi masih bisa jalan,” kata Purnomo.
Tidak Ada Korban Jiwa
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi yang relatif lengang pada Minggu pagi turut meminimalkan potensi bahaya bagi warga sekitar.
“Sepertinya enggak (ada korban). Nihil, ya. Posisinya pas jalan juga hari Minggu kan sepi,” tambahnya.
Mengenai penyebab pasti ledakan trafo, pihak Damkar menyerahkan sepenuhnya kepada PLN untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Total nilai kerugian materiil akibat insiden ini juga masih dalam proses penghitungan. Petugas Damkar telah kembali ke markas setelah memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan situasi terkendali.

Leave a Reply