Kekurangan Air Bersih di Kabupaten Magelang Melanda 80 Dusun, Pemkab Siapkan Solusi Jangka Panjang

Kekurangan air bersih melanda 80 dusun di Kabupaten Magelang. Pemkab bersama Baznas, PMI, dan PDAM memperkuat distribusi air serta penanganan jangka panjang.

MAGELANG, JOSS.CO.ID — Bencana kekeringan dan kekurangan air bersih terus meluas di wilayah Kabupaten Magelang. Hingga 8 Oktober 2026, kondisi kekurangan air bersih telah melanda 80 dusun di 45 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Dampak kekeringan ini tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menyasar sektor pendidikan dan keagamaan. Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang bergerak cepat memperkuat distribusi bantuan air bersih sekaligus merancang penanganan jangka panjang melalui pembangunan sumber dan infrastruktur air agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan dari tahun ke tahun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menjelaskan bahwa dampak kekurangan air bersih tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, melainkan juga berdampak pada sejumlah pondok pesantren, sekolah, dan tempat ibadah. Upaya antisipasi ini sangat mendesak dilakukan mengingat perkiraan musim hujan baru akan dimulai pada pertengahan November 2026.

“Dropping air merupakan langkah cepat dan responsif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun kita tidak boleh berhenti pada dropping air,” ujarnya dalam kegiatan Kolaborasi Pemenuhan Air Bersih Kabupaten Magelang bertema Sinergi untuk Berbagi di Pendopo BPBD Kabupaten Magelang, Kamis (8/10/2026).

Sebagai langkah darurat, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak terus digencarkan. Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Magelang memberikan dukungan dana sebesar Rp21 juta untuk memfasilitasi distribusi air bersih sebanyak 32 trip. Bantuan ini disalurkan ke 32 dusun di 17 desa yang tersebar di tujuh kecamatan dengan mengerahkan sekitar 20 armada kendaraan.

Secara keseluruhan, Baznas telah mengucurkan dana sekitar Rp126 juta untuk penanganan kekeringan tahun ini, termasuk alokasi pembangunan sumur dan penyediaan tandon air.

Tak hanya Baznas, PMI Kabupaten Magelang turut memfasilitasi distribusi air bersih, menyediakan tiga unit tandon air, serta memberikan dana bantuan Rp7 juta untuk pembangunan pompa air di Dusun Kerean. Di sisi lain, PDAM Tirta Gemilang ikut mendistribusikan air bersih serta memberikan dukungan operasional sebesar Rp10 juta demi mendukung kelancaran penanganan kekeringan 2026.

Konsolidasi Infrastruktur dan Solusi Berkelanjutan

Menanggapi krisis tahunan ini, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan pentingnya evaluasi dan aksi nyata yang tidak berhenti pada penanganan darurat semata. Data wilayah terdampak harus dijadikan acuan utama dalam menyusun kebijakan serta penataan infrastruktur yang terintegrasi.

“Kolaborasi yang kita lakukan hari ini jangan hanya berhenti pada penanganan musim kemarau tahun ini. Kolaborasi ini harus menjadi dasar untuk membangun sistem penanganan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, mulai tahun 2027 penanganan persoalan air bersih di Kabupaten Magelang akan dikonsolidasikan secara terpadu lintas perangkat daerah, melibatkan BPBD, DPUPR, Bapperida, hingga Dinas Lingkungan Hidup. Pemkab Magelang juga telah meminta setiap kecamatan untuk menyiapkan data detail terkait:

  • Wilayah yang belum memiliki sumber air bersih.
  • Besarnya tingkat kebutuhan air masyarakat.
  • Potensi mata air lokal serta kondisi daerah tangkapan air.

Solusi Jangka Panjang dan Pemanfaatan Teknologi

Untuk memastikan masyarakat tidak terus-menerus mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau, Pemkab Magelang mendorong sejumlah program prioritas jangka panjang, antara lain:

  1. Pembangunan sumur bor dan tandon air.
  2. Pembuatan jaringan perpipaan dan pipanisasi dari sumber mata air.
  3. Pengembangan sistem penyediaan air berbasis masyarakat.
  4. Pemanfaatan teknologi tepat guna serta keterlibatan perguruan tinggi untuk memetakan solusi di wilayah-wilayah yang sulit menjangkau sumber air.

Beberapa langkah nyata penanganan infrastruktur telah berjalan, di antaranya pembangunan jaringan perpipaan sepanjang kurang lebih 500 meter di Dusun Candisari, Desa Girirejo, Kecamatan Kaliangkrik, serta kolaborasi penyediaan tandon dan jaringan perpipaan di berbagai titik lokasi lainnya.

Melalui pendekatan dan penanganan terpadu ini, Pemkab Magelang menargetkan bantuan air bersih dapat mencukupi kebutuhan warga sepanjang musim kemarau 2026, sekaligus menjadi fondasi awal untuk menekan angka wilayah yang terdampak kekurangan air bersih pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Bupati Kendal Resmikan Air Bersih & Kaliringin Park, Solusi Kekeringan di Desa Tambahsari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*