DBD di Jogja Capai 83 Kasus: Dinkes Imbau PSN Menjelang Musim Hujan

Ilustrasi, Dinkes Kota Jogja mencatat 83 kasus DBD hingga Oktober 2026. Masyarakat diimbau tingkatkan PSN dan 3M Plus antisipasi musim hujan.
Ilustrasi, Peralatan medis penunjang kesembuhan bagi pasien yang didiagnosis positif Demam Berdarah Dengue (DBD).

JOGJA, JOSS.CO.ID – Menjelang masuknya musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD). Hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 83 kasus DBD di wilayah Kota Yogyakarta. Meski angka tersebut relatif rendah, konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama agar temuan kasus tidak melonjak.

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu, mengatakan laporan DBD saat ini relatif rendah. Kondisi tersebut turut membuat kebutuhan pengasapan atau fogging dapat ditekan.

“Untuk sementara memang masih jarang laporan kasus, fogging juga sangat-sangat bisa kita tekan. Sampai hari ini dari Januari sekitar 83 kasus DBD. Jadi masih di bawah 100,” katanya, Jumat (9/10/2026).

Endang berharap jumlah kasus DBD di Kota Jogja tetap terkendali hingga memasuki musim penghujan. Dia menyebut angka kasus terendah yang pernah tercatat dalam setahun berada di kisaran 87 kasus.

Jogja Wilayah Endemis DBD, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Perlu Dilakukan Sepanjang Tahun

Endang menjelaskan Kota Jogja merupakan wilayah endemis DBD sehingga upaya pencegahan tidak cukup dilakukan ketika kasus mulai meningkat. Masyarakat perlu menjaga lingkungan secara konsisten, terutama menjelang musim hujan ketika perubahan cuaca dan bertambahnya genangan air berpotensi memperluas tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Salah satu langkah yang didorong Dinkes Kota Jogja adalah gerakan 3M Plus. Gerakan ini mencakup menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Pemeriksaan lingkungan juga perlu menjangkau tempat-tempat yang kerap luput dari perhatian. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk memeriksa talang air, wadah minum hewan, serta penampungan air pada dispenser dan kulkas.

Selain Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Dinkes Kota Jogja turut memantau pemanfaatan nyamuk ber-Wolbachia sebagai salah satu pendekatan untuk membantu menekan penularan DBD. Berdasarkan perkembangan terakhir yang disampaikan Endang, sekitar 87% nyamuk yang dipantau telah mengandung Wolbachia.

Puskesmas Mantrijeron Catat 22 Kasus DBD

Di tingkat wilayah, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti, menyebut terdapat 22 kasus DBD di wilayah kerjanya. Puskesmas terus mengingatkan warga agar menjalankan PSN secara rutin, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar.

Menurut Eny, genangan air menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pencegahan DBD. Pasalnya, nyamuk dapat berkembang biak pada air yang tergenang sehingga pemeriksaan lingkungan perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Karena itu, pemeriksaan lingkungan perlu mencakup tempat-tempat yang berpotensi menampung air, bukan hanya keberadaan sampah,” katanya.

Dengan demikian, upaya pencegahan tidak cukup hanya membersihkan sampah yang terlihat. Warga juga perlu memastikan tidak ada wadah atau bagian lingkungan yang menampung air dan berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Waspadai Demam Tinggi Mendadak, Jangan Tunda Pemeriksaan

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang muncul secara mendadak. Langkah ini penting agar kondisi kesehatan dapat diperiksa dan ditangani sesuai kebutuhan.

Eny juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada hari keempat hingga kelima demam. Pada fase tersebut, kondisi pasien dapat memburuk sehingga pemantauan kesehatan menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Dengan jumlah kasus yang tercatat sebanyak 83 sejak awal tahun hingga awal Oktober 2026, Dinkes Kota Jogja berharap pencegahan melalui PSN tetap berjalan secara konsisten. Perhatian terhadap genangan air, penerapan 3M Plus, serta pemeriksaan dini ketika mengalami gejala menjadi bagian penting dari upaya mengendalikan DBD menjelang musim hujan.

Baca Juga: KUSTOMFEST 2026 “High Octane”: Jadwal, Program, dan Konser Musik di JEC Jogja

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*