Festival Literasi Temanggung 2026: Merajut Tradisi dan Budaya Lewat Ruang Baca

Bupati Agus Setyawan resmi buka Festival Literasi Temanggung 2026. Dorong minat baca, literasi digital, hingga pelestarian budaya lokal Situs Liyangan.
TEMANGGUNG, JOSS.CO.ID – Aktivitas membaca masyarakat era modern kini melampaui batasan buku fisik. Literasi digital dan kepekaan lingkungan menjadi kunci utama kemajuan zaman.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyampaikan pesan tersebut saat membuka Festival Literasi Kabupaten Temanggung 2026. Acara ini berlangsung di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) pada Rabu (21/10/2026). Ajang bertema “Merajut Tradisi dari Ruang Literasi” ini merupakan gelaran kedua. Masyarakat pun menyambut acara ini dengan antusiasme tinggi.
“Tahun ini, merupakan tahun kedua Festival Literasi Kabupaten Temanggung, Alhamdulillah responnya semakin membaik. Jika tahun kemarin ramai, InsyaAllah tahun ini sangat ramai,” ujar Bupati.
Bupati Agus Setyawan menegaskan bahwa masyarakat harus mampu memahami situasi nyata di lapangan.
“Membaca kondisi lapangan itu yang paling penting,” tegasnya.

Melestarikan Warisan Budaya Lewat Literasi

Panitia memilih tema tahun ini untuk menghubungkan pengembangan literasi dengan pelestarian budaya lokal. Festival ini berfungsi sebagai wadah menjaga warisan tradisi agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Pihaknya memberi apresiasi khusus kepada para siswa SD Negeri 2 Temanggung. Mereka membawakan tarian bertema Situs Liyangan, salah satu situs peninggalan sejarah penting di Temanggung. Penampilan ini membuktikan tingginya literasi budaya anak-anak sejak dini.
“Tadi pembukaannya menyajikan tari bertema Liyangan yang merupakan cikal bakal peradaban yang ada di Kabupaten Temanggung. Ini membuktikan, bahwa anak-anak kita banyak berliterasi dan membaca,” kata Agus.

Dukungan Penuh dari Provinsi Jawa Tengah

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Arsip Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah, Berti, turut memuji acara ini. Animo masyarakat yang tinggi di media sosial mencerminkan komitmen kuat daerah dalam membangun budaya membaca.
Dalam kesempatan tersebut, Berti mengutip pernyataan penulis Amerika Serikat, Raul de Iglesias Gregory:
“You don’t have to burn books to destroy a culture, just get people to stop reading them.”
“Kamu tidak perlu membakar buku untuk menghancurkan seluruh budaya, cukup dengan membuat orang berhenti membaca. Kalimat ini menjadi pendorong semangat kita bersama, bahwa literasi adalah bagian krusial dari pembangunan bangsa,” ujar Berti.

Data Indeks Literasi dan Kegemaran Membaca

Data tahun 2025 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masih membutuhkan dorongan kolaboratif:
  • Tingkat Provinsi Jawa Tengah (2025):
    • IPLM: 38,86
    • TKM: 57,11
  • Kabupaten Temanggung (2025):
    • IPLM: 24,03 (Peringkat 6 se-Jawa Tengah)
    • TKM: 57,62 (Peringkat 14 se-Jawa Tengah)

Baca Juga: Amankan Panen Padi, Petani Wonogiri Gelar Gerdal Tikus Serentak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*