
Keindahan lanskap pegunungan dan udara sejuk dataran tinggi Dieng selalu memikat wisatawan. Meskipun demikian, daya tarik Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tidak berhenti pada destinasi populer saja. Saat ini, pemerintah daerah terus mendorong potensi desa-desa wisata lokal agar mampu menggaet pelancong lebih luas.
Wonosobo kini memiliki 56 desa wisata dan satu kampung wisata. Setiap lokasi menawarkan pesona unik, mulai dari keindahan alam, atraksi budaya, hingga kelezatan kuliner khas. Oleh karena itu, pelaku wisata lokal membutuhkan penguasaan teknologi digital sebagai modal penting untuk memperkenalkan potensi desa ke khalayak publik.
Tantangan Promosi dan Wisata Berkualitas
Status Dieng sebagai Geopark Nasional menuntut jangkauan promosi yang lebih agresif. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini berfokus menggaet wisatawan berkualitas. Langkah ini mengawali pergeseran dari konsep pariwisata massal (mass tourism).
“Dieng sudah ditetapkan menjadi Geopark Nasional dan pemerintah, termasuk gubernur, ingin mendorong mempromosikan pariwisata di Dieng itu tidak hanya ‘yuk melihat panorama yang bagus dan dan udara yang dingin’,” kata Fahmi.
Fahmi menambahkan bahwa program pariwisata harus memberikan wawasan baru bagi pengunjung.
“Tapi juga agar turis-turisnya itu juga mendapatkan sesuatu ilmu, wawasan, agar mereka lebih mencintai Dieng, lebih mencintai Indonesia,” sambung dia dalam acara Jagoan Pariwisata 2026 di Rumah Budaya Dieng, Jumat (23/10/2026).
Selanjutnya, ia berharap pegiat pariwisata setempat mampu menyusun paket wisata terpadu yang melibatkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis Sektor Pemerintah dan Swasta
Pemerintah menjalin kolaborasi lintas sektor bersama pihak swasta untuk menjawab tantangan promosi tersebut. Salah satu aksi nyatanya menghadirkan kerja sama antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan online travel agent (OTA) tiket.com melalui program Jagoan Pariwisata 2026.
Program pendampingan ini menyasar Desa Wisata Dieng dan Desa Wisata Parikesit di Wonosobo, serta Desa Wisata Karyamekar di Garut. Head of PR & Community tiket.com, Sandra Darmosumarto, mengungkapkan bahwa timnya memilih lokasi berdasarkan pertumbuhan pariwisata daerah dan data Jejaring Desa Wisata (JADESTA) Kemenpar RI.
Data internal tiket.com tahun 2026 mencatat angka pertumbuhan perjalanan wisatawan sebesar 84 persen ke Wonosobo dan 110 persen ke Garut secara tahunan.
Membantu Pelaku Usaha Menjawab Tantangan SDM
Program Jagoan Pariwisata 2026 menggaet 35 pelaku usaha di bidang akomodasi, atraksi wisata, hingga kuliner lokal. Sandra menyebutkan bahwa sebagian besar pelaku usaha lokal menghadapi kendala pemasaran digital dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Awalnya, kami berpikir bagaimana mengkaitkan meeka supaya mau berjualan secara digital, kemudian kami juga memikirkan kalau cuma jualan, tapi mereka enggak tahu knowledge (pengetahuan) atau skills (kemampuannya) itu percuma,” tutur Sandra.
Oleh sebab itu, tiket.com dan Blibli.com menerjunkan 28 mentor untuk mendampingi para peserta. Program ini mencakup sesi offline mentoring hingga penyusunan proposal rencana bisnis.
Salah satu mentor Jagoan Pariwisata 2026, Wahyudi Sulistyo, menyoroti tantangan operasional pengelola akomodasi desa wisata. Menurutnya, pelaku usaha sudah memahami dasar digitalisasi, tetapi belum mengelola operasional harian secara optimal.
“Permasalahan yang paling mendasar dari mereka adalah sumber daya manusia untuk mengelola hal-hal yang terkait dengan akomodasi karena akomodasi itu kan melibatkan banyak hal ya,” ujar Yudi, Sabtu (24/10/2026).
Yudi menjelaskan bahwa pengelolaan akomodasi mencakup standar kebersihan, kualitas pelayanan, serta komunikasi aktif dengan tamu. Selain itu, banyak pengelola masih bersikap pasif setelah mengunggah produknya secara daring.
“Jadi mereka cuma menunggu,” kata Yudi.
Mendorong UMKM Masuk Ekosistem Digital
Melihat kondisi di lapangan, tiket.com berkomitmen membimbing pengelola akomodasi lokal agar dapat masuk ke dalam platform digital mereka. Sementara itu, pelaku usaha kuliner lokal berkesempatan memasarkan produk barang (goods) melalui jaringan Ranch Market.
“Makanya kami juga ajak teman-teman dari akomodasi, market manager tiket.com, untuk bertemu dengan akomodasi-akomodasi, direkrut ke platform kita. Istilahnya memberikan kemudahan, yang udah ikut kita pun kita bimbing selalu,” ungkap Sandra.
“Karena kita lihat di lapangan selama 2-3 tahun ini, ternyata UMKM-nya itu enggak cuma akomodasi, tetapi banyak juga yang interested ingin ikut Jagoan Pariwisata, tapi produknya mereka goods (barang),” tambah Sandra.
Sebagai penutup program, sebanyak 12 peserta dengan proposal bisnis terbaik akan bersaing pada tahap Business Pitch Competition. Pihak penyelenggara akan memilih empat pemenang untuk kategori Best Accommodation, Best Tourist Attraction, Best Digital Creative, dan Best BeTiDeWi (Beli Kreatif Desa Wisata) dengan total hadiah mencapai Rp 100 juta pada November 2026 mendatang di Jakarta.

Leave a Reply