Cara Mengatasi Takut Naik Pesawat dan Kecemasan Terbang (Aerofobia)

Ilustrasi, Kecemasan saat naik pesawat atau aerofobia kian meningkat usai rentetan insiden penerbangan. Simak penyebab dan cara ampuh mengatasinya menurut ahli.

Merasakan sedikit gugup saat akan terbang adalah hal yang wajar. Namun bagi sebagian orang, kecemasan tersebut bisa berkembang menjadi ketakutan yang sangat hebat hingga membutuhkan bantuan profesional.

Mengapa Semakin Banyak Orang Takut Terbang?

Para psikolog dan awak kabin mencatat adanya peningkatan kekhawatiran dari masyarakat untuk naik pesawat, termasuk dari mereka yang sebelumnya tidak pernah takut terbang. Penurunan jumlah penumpang dan survei keselamatan penerbangan menunjukkan bahwa rentetan insiden penerbangan belakangan ini membuat masyarakat merasa kurang aman.

Bahkan bagi para pramugari, insiden-insiden tersebut memberikan dampak psikologis yang cukup berat hingga beberapa di antaranya memilih untuk mengambil libur atau berhenti bekerja.

Apa Itu Aerofobia?

Rasa takut naik pesawat—atau biasa disebut aerofobia—bukan sekadar rasa gugup biasa. Ini adalah bentuk kecemasan intens yang berfokus pada fase penerbangan tertentu, terutama saat lepas landas (take-off), mendarat (landing), atau rasa terkunci di dalam kabin.

Beberapa fakta terkait aerofobia:

  • Usia Kemunculan: Sering kali muncul pada usia 20-an atau 30-an tahun, saat seseorang mulai mengalami perubahan besar dalam hidup (seperti menikah atau menjadi orang tua) dan merasa tanggung jawabnya semakin besar.
  • Pemicu Utama: Pengalaman terbang yang buruk, seperti turbulensi hebat, dapat memicu rasa trauma yang bertahan lama.
  • Penyebab Psikologis: Bagi banyak orang, ketakutan ini bukan hanya soal kecelakaan, melainkan perasaan klaustrofobia (takut ruang sempit), merasa terjebak, dan tidak memiliki kendali atas situasi.

Cara Mengatasi Kecemasan Naik Pesawat

Meskipun data statistik menunjukkan bahwa pesawat adalah moda transportasi paling aman di dunia, data statistik sering kali tidak cukup untuk menenangkan penderita gangguan kecemasan.

Berikut beberapa penanganan yang direkomendasikan para ahli:

  1. Latihan Pernapasan Dalam: Untuk tingkat kecemasan ringan, mengembuskan napas lebih panjang dari saat menghirup napas dapat membantu merilekskan tubuh.
  2. Terapi Paparan (Exposure Therapy): Bagi kasus yang lebih berat, pasien dilatih secara bertahap agar terbiasa dengan penerbangan. Terapi dimulai dari melihat foto pesawat, menonton video penerbangan aman, hingga menggunakan kacamata simulasi virtual reality (VR).
  3. Penerbangan Latihan: Melakukan penerbangan singkat tanpa beban pekerjaan atau tanggung jawab lain untuk melatih penyesuaian diri.
  4. Mencatat Gejala: Menulis atau menghitung gejala saat rasa panik datang untuk membantu pikiran menerima situasi secara bertahap.

Jangan Ragu Meminta Bantuan

Sikap saling peduli di dalam pesawat sangat membantu penderita kecemasan. Awak kabin telah dilatih untuk menangani penumpang yang mengalami serangan panik, mulai dari membimbing pernapasan, mendampingi, hingga memberikan bantuan oksigen jika diperlukan. Jangan ragu untuk memberi tahu petugas atau meminta bantuan saat merasa kecemasan mulai tak terkendali.

Baca Juga: Viral! Kopilot Serang Kapten Pesawat Pakai Kapak, Diduga Teroris

Baca Juga: Viral Video Penerbangan Emirates Kebocoran: Air Mengucur Deras dari Atap Kabin

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*