
JOGJA, JOSS.CO.ID – BMKG Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta memperkirakan awal musim hujan periode 2026/2027 akan datang lebih lambat dari biasanya, dengan penundaan lebih dari 30 hari atau 3 dasarian di seluruh wilayah DIY.
“Awal musim hujan pada tahun 2026/2027 diprediksi seluruhnya mundur atau lebih lambat jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Curah hujan yang turun selama periode musim hujan 2026/2027 diprediksi umumnya Bawah Normal (BN)-Normal (N). Periode puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Februari 2027 dan Maret 2027,” kata Kepala Stasiun Klimatologi D.I Yogyakarta, Mamenun.
Mamenun menjelaskan fenomena yang mempengaruhi kondisi tersebut terlihat pada perkembangan dinamika atmosfer dan laut terkini yang menunjukkan angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari timur mengindikasikan Monsun Australia aktif.
“Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) dalam kategori sangat kuat dan diprediksi El Nino akan bertahan hingga awal tahun 2027. Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam fase positif dan berpeluang terjadi hingga akhir tahun 2026. Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan D.I Yogyakarta, antara -0.5°C s.d. +1.0°C (kategori netral-hangat), dengan suhu berkisar antara 26°C sampai dengan 30°C,” jelasnya.
Berdasarkan data BMKG, sebanyak 25 persen wilayah DIY baru akan memasuki musim hujan pada dasarian III November 2026 (akhir bulan). Selanjutnya, 37,5 persen wilayah masuk pada dasarian I Desember 2026, dan 37,5 persen sisanya pada dasarian II Desember 2026. Berikut detail persebarannya:
- Dasarian III November 2026: Kulon Progo bagian utara, Sleman bagian utara dan tengah.
- Dasarian I Desember 2026: Kulon Progo bagian timur, Kota Yogyakarta, Sleman bagian timur, selatan, dan barat, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.
- Dasarian II Desember 2026: Kulon Progo bagian barat dan selatan, Bantul bagian timur, barat, dan selatan, serta Gunungkidul bagian timur, barat, dan selatan.
“Perbandingan awal musim hujan terhadap normal diprediksi seluruh wilayah D.I Yogyakarta mundur lebih dari sama dengan 3 dasarian,” tegas Mamenun.
Selain mundur, durasi musim hujan di seluruh wilayah DIY diprediksi lebih singkat dibanding kondisi normal.
“Perbandingan durasi musim hujan 2026/2027 terhadap normalnya diprediksi seluruh wilayah D.I Yogyakarta lebih pendek lebih dari sama dengan 3 dasarian,” katanya.
Menanggapi kondisi ini, BMKG memberikan rekomendasi pada sektor pangan agar menyesuaikan jenis tanaman yang ditanam, serta sektor sumber daya air untuk mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan.
“BMKG menghimbau agar informasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027 ini dijadikan sebagai bentuk Peringatan Dini (Early Warning), untuk dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan dalam Aksi Dini (Early Action),” imbuhnya.
Baca Juga: DPRD Kota Jogja Minta Pengembangan UMKM Merata Hingga Tingkat Kampung

Leave a Reply