
CILACAP, JOSS.CO.ID – Wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerjang bencana hidrometeorologi.Hujan deras menerjang kedua wilayah tersebut sejak Jumat (30/10/2026) malam hingga Sabtu (31/10/2026) dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat puluhan titik mengalami banjir dan tanah longsor.
Situasi Darurat di Kabupaten Cilacap
BPBD Cilacap mencatat delapan titik banjir dan satu titik tanah longsor hingga Sabtu pukul 08.00 WIB.
- Kecamatan Kroya & Maos: Air menggenangi Desa Karangreja, Mujur Lor, Sikampuh, dan Mrenek.Ketinggian air berkisar antara 10 sentimeter hingga 50 sentimeter.
- Kecamatan Jeruklegi: Air menggenangi lapangan Desa Cilibang dan melimpas ke jalan raya Jeruklegi-Wangon. Kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintasi jalan tersebut. Sementara itu, tanah tebing di Dusun Paneon, Desa Mandala, mengalami longsor.
“Petugas masih melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi terdampak untuk mengetahui kondisi terkini serta kebutuhan penanganan,” kata Kepala Pelaksanan BPBD Cilacap Taryo kepada wartawan, Sabtu.
Pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah antisipasi bagi warga sekitar.
“Warga di Desa Karangreja belum mengungsi. Namun, pemerintah desa mulai mempersiapkan dapur umum di balai desa untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” ujar Taryo.
Rekapitulasi Bencana di Kabupaten Banyumas
Dampak cukup besar juga melanda Kabupaten Banyumas. BPBD Banyumas mencatat 21 kejadian bencana hingga pukul 08.47 WIB akibat cuaca ekstrem.
Berikut rincian kejadian bencana di Banyumas:
- Lima kejadian banjir luapan: Terjadi di Desa Gerduren (Purwojati), Desa Pengadegan dan Klapagading Kulon (Wangon), serta area depan SMP Negeri Wangon.
- Satu kejadian tanggul jebol: Terjadi di Sungai Jimblem, Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen.
- 14 kejadian tanah longsor: Meliputi Desa Kracak (Ajibarang), Desa Canduk (Lumbir), Desa Pengadegan (Wangon), serta Desa Klinting (Somagede).
- Dua kejadian pohon tumbang: Terjadi akibat terpaan cuaca ekstrem.
Petugas terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk menangani seluruh lokasi bencana.

Leave a Reply