Bahlil Lahadalia: Golkar Partai Terbuka, Sahamnya Milik Rakyat!

Bahlil Lahadalia menegaskan Partai Golkar adalah partai terbuka, inklusif, dan milik rakyat, bukan milik keluarga. Simak pesannya untuk anak muda!
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar merupakan partai politik yang inklusif, modern, serta memberi ruang luas bagi generasi muda saat pelantikan pengurus DPD Golkar Bali dan kabupaten/kota di Monumen Gong Perdamaian, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10) malam.

JOSS.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Golkar merupakan wadah politik yang terbuka, modern, serta memberikan panggung luas bagi generasi muda untuk berkarya. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Bali beserta tingkat kabupaten/kota di Monumen Gong Perdamaian, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10) malam.

“Wajah-wajah pengurus baru ini penuh harapan. Oleh karena itu, jadikan Partai Golkar sebagai instrumen untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” ujar Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengingatkan pentingnya menengok sejarah panjang lahirnya Partai Golkar. Menurutnya, kerangka dasar pemikiran Golkar telah digagas oleh proklamator Bung Karno pasca-Pemilu 1955 saat sistem multipartai mulai berkembang.

Golkar kemudian menjelma menjadi wadah perjuangan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, guru, karyawan, hingga unsur TNI dan Polri pada awal Orde Baru.

“Golkar lahir dari kandungan rakyat Indonesia. Golkar adalah partai terbuka, dan inilah yang membedakannya dengan parpol lain. Oleh karena itu, saya mengajak anak-anak muda untuk bergabung,” kata Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia menambahkan, Golkar yang awalnya berstatus Golongan Karya bertransformasi menjadi partai politik penuh pascareformasi. Bahlil Lahadalia juga menitipkan pesan kepada TNI dan Polri untuk turut menjaga Golkar yang senantiasa berdiri di posisi tengah dan tidak mengambil jalur oposisi.

Bahlil lantas menyentil perjalanan kariernya di partai merupakan bukti nyata inklusivitas Golkar. Baru di eranya, seorang Ketua DPD Golkar di tingkat daerah bisa memelesat menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar.

“Ini menandakan bahwa Golkar adalah partai yang benar-benar terbuka dan modern,” ucap Bahlil Lahadalia.

Tak hanya itu, Bahlil mengulas peran historis Golkar sebagai ibu kandung dari lahirnya sejumlah partai politik besar di Indonesia, seperti Partai Demokrat, NasDem, Hanura, hingga Gerindra.

Meskipun berlayar di perahu yang berbeda, ia menilai semuanya tetap membawa doktrin dasar yang sama, yakni Karya Kekaryaan demi kemajuan bangsa. Bahlil pun berseloroh sekaligus memberikan pintu terbuka bagi para politikus empat partai itu ke depan.

“Kalau di parpol lama merasa tidak nyaman, Golkar siap menyambut dengan tangan terbuka,” tuturnya.

Bahlil pun menekankan bahwa partai politik harus diposisikan sebagai wadah ibadah dan instrumen perjuangan agar terus memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Mohammad Saleh Ungkap Strategi Partai Golkar Jateng Hadapi Pemilu 2029, 60% Pengurus Anak Muda

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*