4.311 KPM Bansos di Solo Terindikasi Judi Online, Penyaluran Bantuan Dihentikan

Ilustrasi, Jumlah KPM bansos di Solo yang terindikasi judi online melonjak jadi 4.311. Dinsos menghentikan sementara penyaluran bantuan dan siapkan layanan Mbak Desi Manis.
Ilustrasi

SOLO, JOSS.CO.ID — Penyertaan data terbaru menunjukkan lonjakan kasus indikasi judi online (judol) yang melibatkan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Solo. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo mencatat terdapat 4.311 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi terlibat aktivitas tersebut, meningkat signifikan dari data awal yang sebanyak 2.250 KPM. Akibat dari temuan ini, pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara alokasi dana bantuan bagi ribuan keluarga yang terdampak.

“Data itu masuk dalam desil 1 sampai desil 4. KPM yang mendapatkan bansos merupakan desil 1 sampai desil 4,” kata dia kepada wartawan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Senin (8/9/2026).

Pengelompokan desil merupakan metode statistik untuk membagi data masyarakat menjadi sepuluh tingkatan kesejahteraan. Kategori desil 1 hingga 4 mencakup kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga rentan miskin yang selama ini menjadi sasaran utama program bantuan pemerintah.

Menanggapi situasi ini, pihak kelurahan mulai bergerak melakukan klarifikasi serta pemutakhiran data atas permohonan warga. Rata-rata, terdapat sekitar 20 keluarga per hari yang mendatangi tiap kantor kelurahan di Solo untuk mengajukan permohonan bantuan atau klarifikasi data.

“Kami mengantisipasi lonjakan pemohon yang terindikasi judol itu dengan menambah layanan inovasi Mbak Desi Manis yang merupakan layanan keliling dari Pemerintah Kota Solo untuk membantu warga mengecek dan mengajukan perubahan data desil serta melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital,” ujar dia.

Fasilitas Mbak Desi Manis dioperasikan secara jemput bola di lima kecamatan se-Kota Solo pada hari kerja, mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dinsos berharap upaya penyisiran dan verifikasi lapangan ini dapat menahan laju penambahan kasus serupa di kemudian hari.

“Kami berharap jumlah KPM yang terindikasi judol tidak bertambah. Namun, kami tidak tahu ya, perilaku orang dalam menggunakan handphone itu cenderung bertambah, anak kadang main gim lalu tidak sengaja masuk laman judol,” ujar dia.

Baca Juga: Penerbangan Solo-Jakarta Kembali Normal Pasca Erupsi Anak Krakatau

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*