Malioboro Uji Coba Full Pedestrian Tiap Rabu–Kamis, Regol Ayom Bakal Diredesain

Pemkot Yogyakarta menggelar uji coba full pedestrian Malioboro tiap Rabu danh Kamis. Portal regol ayom bakal diredesain agar ramah disabilitas dan lansia.

JOGJA, JOSS.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sedang melakukan uji coba penutupan regol ayom, yakni portal penutup jalan di kawasan sirip Beskalan dan Ketandan. Penutupan dilakukan setiap hari Rabu dan Kamis mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menjelaskan bahwa skema penataan Malioboro menjadi kawasan full pedestrian ini diterapkan secara bertahap dan tidak dilakukan serentak. Uji coba saat ini difokuskan pada dua titik penutupan tersebut, sehingga kendaraan bermotor dari arah Beskalan maupun Ketandan tidak bisa melintas menuju Malioboro.

“Sudah berlangsung empat kali ini. Itu berlaku tiap hari Rabu dan Kamis,” ujar Wawan, Kamis (10/9/2026).

Evaluasi Bentuk Regol Ayom

Selama masa uji coba, Pemkot Yogyakarta terus mengevaluasi berbagai kekurangan dalam penerapan kawasan khusus pejalan kaki ini, termasuk desain dan bentuk dari regol ayom. Langkah evaluasi ini diambil setelah beredarnya video yang memperlihatkan seorang lansia pengguna kursi roda kesulitan saat hendak melintas, sehingga harus dibantu oleh warga serta pedagang setempat.

“Nanti apakah dievaluasi bentuknya seperti apa yang paling ideal untuk bisa masuk, seperti itu. Apakah diturunkan tingginya, bentuknya nanti yang dicari dikaji. Jadi kita memang bertahap,” ujar Wawan.

Rencana Redesain Portal Penutup

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan pihaknya akan segera meredesain bangunan fisik regol ayom yang sudah terpasang di sirip-sirip Malioboro. Perubahan desain ini dilakukan demi memastikan kebijakan kawasan pejalan kaki tetap akomodatif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas dan lansia.

“Kemarin tidak ramah difabel atau lansia, itu saja redesain,” katanya.

Made menambahkan, penyesuaian akan menyasar pada bagian konstruksi fisik portal agar tidak menyulitkan masyarakat.

“Disesuaikan tempatnya gak masalah, cuma bagaimana memudahkan pejalan kaki khususnya yang memakai alat bantu melintas itu saja,” katanya.

Baca Juga: Dinsos DIY Buka Suara Soal Anggota DPRD Masuk Desil Bawah DTSEN

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*