Indonesia Peringkat 69 Negara Paling Damai 2026, Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Ilustrasi, Indonesia menduduki peringkat ke-69 Global Peace Index 2026, berada di bawah Malaysia dan Vietnam. Islandia tetap yang terdamai, Rusia di posisi buncit.

JAKARTA, JOSS.CO.ID — Indonesia menduduki peringkat ke-69 dalam Global Peace Index (GPI) 2026 dengan skor 1,918. Di tingkat global, Islandia kembali mempertahankan posisinya sebagai negara paling damai di dunia, sementara Rusia untuk pertama kalinya jatuh ke posisi terakhir.

Laporan tahunan yang dirilis oleh Institute for Economics & Peace (IEP) ini mengukur tingkat kedamaian di 163 negara dan wilayah. Pemeringkatan GPI 2026 didasarkan pada 23 indikator yang terbagi ke dalam tiga domain utama: keamanan dan keselamatan masyarakat, konflik yang sedang berlangsung, serta tingkat militerisasi.

Peringkat Indonesia di Asia Tenggara

Posisi Indonesia di peringkat ke-69 tergolong berada di kelompok menengah, namun masih tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara.

Berikut adalah sebaran posisi negara-negara ASEAN dalam GPI 2026:

  • Singapura: Peringkat ke-8
  • Malaysia: Peringkat ke-12
  • Timor-Leste: Peringkat ke-32
  • Vietnam: Peringkat ke-41
  • Laos: Peringkat ke-58
  • Indonesia: Peringkat ke-69
  • Kamboja: Peringkat ke-96
  • Thailand: Peringkat ke-101
  • Filipina: Peringkat ke-102
  • Myanmar: Peringkat ke-151

Islandia Bertahan di Puncak, Rusia Jatuh ke Posisi Buncit

Islandia mencatatkan skor 1,161 dan berhasil mempertahankan posisi puncak GPI selama 19 tahun berturut-turut. Melengkapi daftar 10 besar negara paling damai di dunia secara berurutan adalah Selandia Baru, Swiss, Slovenia, Irlandia, Austria, Portugal, Singapura, Finlandia, dan Jepang.

Jepang mencatatkan lonjakan signifikan dengan naik dari posisi ke-13 pada GPI 2025 menjadi peringkat ke-10 pada 2026. Sementara itu, Malaysia mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menempati peringkat ke-12 dunia, berada di atas sejumlah negara maju.

Di papan bawah, Rusia bergeser ke peringkat ke-163 (posisi terakhir), menjadikannya negara paling tidak damai dalam indeks tahun ini. Rusia berada di bawah Sudan (162), Republik Demokratik Kongo (161), Ukraina (160), dan Israel (159). Penurunan ini dipicu oleh besarnya dampak konflik bersenjata yang sedang berlangsung.

Perdamaian Dunia Meredup 12 Tahun Berturut-turut

Secara keseluruhan, rata-rata tingkat kedamaian dunia memburuk sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandai penurunan kondisi perdamaian global selama 12 tahun berturut-turut. Sebanyak 99 negara mengalami penurunan tingkat kedamaian, sementara hanya 62 negara yang mencatatkan perbaikan.

IEP mencatat bahwa sekitar 73 persen negara yang dinilai (119 negara) kini memiliki tingkat kedamaian yang lebih rendah dibandingkan saat GPI pertama kali diluncurkan pada tahun 2007.

Tiga Pendorong Utama Penurunan Perdamaian Global

IEP mengidentifikasi tiga perubahan struktural utama yang memicu kemerosotan perdamaian dunia saat ini:

  1. Redistribusi Kekuatan Global: Pergeseran kekuatan dunia secara bertahap mengikis tatanan geopolitik yang telah bertahan sejak era pasca-Perang Dingin.
  2. Eskalasi Konflik Lintas Batas: Dampak pertempuran meluas melampaui wilayah konflik melalui aliran pengungsi, penyebaran senjata, dukungan keuangan, hingga ideologi.
  3. Kemajuan Teknologi Militer (AI): Pengembangan senjata otonom dan sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat. IEP menyebut teknologi ini mampu mempercepat proses penargetan dari hitungan hari menjadi hitungan detik, mendahului regulasi dan kerangka tata kelola internasional yang ada.

Baca Juga: Prabowo Lepas Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026: Kirim 430 Atlet

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*