DPRD Kota Jogja Dorong Layanan Shuttle dari Berbagai Penjuru ke Teras Malioboro untuk Geliatkan UMKM

Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penyediaan layanan shuttle dari berbagai penjuru menuju Teras Malioboro demi memudahkan wisatawan dan memajukan UMKM.

JOGJA, JOSS.CO.ID – Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penyediaan layanan shuttle dari berbagai penjuru menuju Teras Malioboro. Akses transportasi tersebut dinilai dapat memudahkan wisatawan sekaligus membantu meningkatkan kunjungan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja, Mohammad Sofyan, menyampaikan bahwa layanan shuttle sebaiknya tidak hanya mengandalkan kantong-kantong parkir tertentu. Akses menuju Teras Malioboro perlu dibuka dari berbagai arah agar wisatawan mempunyai lebih banyak pilihan.

“Komisi B DPRD mendorong ada kendaraan shuttle yang mengangkut wisatawan langsung menuju Teras Malioboro. Tidak hanya dari kantong-kantong parkir, tetapi dari segala penjuru,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Wisatawan Jadi Kunci Utama Aktivitas UMKM

Sofyan menilai Teras Malioboro memiliki karakter yang berbeda dibanding kawasan Malioboro saat masih menjadi pusat aktivitas wisatawan sebelum pedagang dipindahkan. Keberadaan wisatawan menjadi faktor vital bagi kelangsungan usaha para pelaku UMKM, sehingga kawasan tersebut membutuhkan perlakuan khusus untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung, salah satunya melalui penyelenggaraan acara atau event.

“Intinya kita menghadirkan wisatawan. Teras itu memang pasarnya adalah pasar wisatawan, sehingga ketergantungannya dengan wisatawan,” ujarnya.

Evaluasi Lokasi dan Aksesibilitas

Sebelumnya, kawasan Malioboro menjadi magnet utama yang mendorong wisatawan datang dan berbelanja produk UMKM dalam satu lokasi. Setelah aktivitas perdagangan digeser ke Teras Malioboro, aspek lokasi dan aksesibilitas kini menjadi poin evaluasi penting.

“Orang belanja UMKM itu karena melihat Malioboronya. Lokus itu penting sekali. Sehingga ini menjadi perhatian kita, menjadi evaluasi kita nanti,” katanya.

Penyediaan shuttle dari berbagai penjuru diharapkan mampu menjembatani persoalan akses ini, sehingga wisatawan tertarik untuk melangkah masuk ke Teras Malioboro.

Penguatan Promosi Digital dan Sinergi Pengelolaan

Selain kemudahan aksesibilitas, Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan promosi digital melalui media sosial agar Teras Malioboro makin dikenal sebagai destinasi yang menarik.

“Kita akan diskusi dengan teman-teman dinas terkait agar bisa ikut membantu, supaya Teras Malioboro kita menjadi tempat yang menarik,” ujarnya.

Mengingat pengelolaan Teras Malioboro merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi DIY, Pemkot Jogja memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi langsung. Oleh karena itu, koordinasi lintas pemerintahan sangat diperlukan.

“Kita juga harus hati-hati karena ini kewenangan yang ada di provinsi. Kita tidak bisa intervensi masuk ke sana karena memang kewenangannya ada di pihak lain,” katanya.

Sofyan berharap integrasi antara penyediaan shuttle, penyelenggaraan kegiatan, dan promosi digital dapat terealisasi sehingga Teras Malioboro kembali ramai sebagai tujuan wisata belanja utama.

Baca Juga: Permudah ASN, Pemkot Jogja Hadirkan Layanan Cuti Digital via Aplikasi JSS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*