Zona KHAS Sekolah Didorong Perkuat Ekonomi Halal

Zona KHAS di sekolah diperkuat BI Jateng untuk membangun ekosistem halal sejak dini dan mendorong ekonomi syariah berkelanjutan.

SEMARANG, JOSS.CO.ID – Upaya membangun budaya konsumsi halal sejak usia dini kini mulai digarap lebih serius di lingkungan pendidikan. Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah bersama Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang mendorong pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) di sekolah sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Jateng Syariah (Fajar) 2026 yang digelar pada 6 hingga 9 Agustus 2026 di Queen City Mall Semarang. Program ini menyasar siswa tingkat SMP sebagai langkah awal membentuk kesadaran sejak dini terkait pentingnya konsumsi halal dan sehat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Noor Nugroho, menegaskan bahwa pendekatan edukasi di sekolah menjadi strategi penting dalam memperluas penerapan halal value chain di masyarakat.

“Pada rangkaian kegiatan Fajar ini, Bank Indonesia Jawa Tengah bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang untuk melaksanakan edukasi pembentukan Zona KHAS di lingkungan sekolah SMP,” kata Noor Nugroho.

Ia menjelaskan, pengembangan ekosistem halal tidak cukup hanya berfokus pada sertifikasi produk semata. Lebih dari itu, diperlukan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat agar terbiasa dengan prinsip halal dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan nilai tersebut. Lingkungan pendidikan dinilai mampu membentuk perilaku siswa sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Program Zona KHAS ini melengkapi inisiatif Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) yang sebelumnya telah dijalankan BI Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan Provinsi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui SPES, sekolah didorong untuk mengintegrasikan materi ekonomi syariah dalam pelajaran agama Islam dan ekonomi.

Selain aspek pembelajaran, implementasi nyata juga dilakukan melalui pengelolaan kantin sehat berbasis halal, penguatan koperasi siswa, hingga pembentukan unit pengumpul zakat di lingkungan sekolah.

Noor Nugroho menambahkan bahwa penguatan Zona KHAS merupakan bagian dari strategi besar untuk memperluas rantai nilai halal secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

“Langkah ini penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal yang aman dan sehat,” jelasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan halal value chain mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga konsumsi. Dengan pendekatan ini, diharapkan terbentuk sistem yang terintegrasi dan saling mendukung antar sektor.

Selain edukasi di sekolah, BI Jawa Tengah juga menjalankan berbagai program lain untuk memperkuat ekonomi syariah. Di antaranya pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, pelatihan juru sembelih halal, pembangunan infrastruktur halal, serta dukungan pembiayaan dan digitalisasi wakaf.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya menyasar sektor industri, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pendidikan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga pelaku usaha, ekosistem halal diharapkan dapat tumbuh lebih cepat dan merata.

“Melalui sinergi dengan berbagai pihak, kami ingin membangun halal value chain yang terintegrasi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat ekonomi syariah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tren industri halal global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam sektor ini. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis seperti pembentukan Zona KHAS di sekolah dinilai penting untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya sadar halal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam ekonomi syariah di masa depan.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, Yayasan Gema Kusuma Negara Semarang Membuka Bimbel Gratis bagi Anak TK dan SD

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*