7 Kampus Indonesia Naik Peringkat di QS WUR 2027, UB Loncat Paling Tinggi

Sebanyak 7 perguruan tinggi Indonesia berhasil naik peringkat dalam QS WUR 2027. Universitas Brawijaya melesat 64 posisi, disusul Unpad, UGM, Unair, dan ITS.

JOSS.CO.ID – Sebanyak tujuh perguruan tinggi Indonesia naik peringkat dalam QS World University Rankings atau QS WUR 2027. Universitas Brawijaya mengalami kenaikan terbesar di antara kampus yang memperoleh nomor peringkat pasti, yakni sebanyak 64 posisi.

Kampus yang berlokasi di Malang tersebut naik dari peringkat bersama ke-680 pada QS WUR 2026 menjadi peringkat bersama ke-616 dunia pada edisi 2027. Peningkatan itu menempatkan Universitas Brawijaya di urutan sebelas nasional.

Selain Universitas Brawijaya, kenaikan dialami Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sebelas Maret. Peningkatan sejumlah kampus itu terjadi di tengah berkurangnya jumlah perguruan tinggi Indonesia dalam pemeringkatan. QS WUR 2027 memuat 20 kampus Indonesia, lebih sedikit dibandingkan edisi 2026 yang mencakup 26 kampus.

Universitas Brawijaya Naik Paling Tinggi

Kampus Universitas Brawijaya menjadi Indonesia dengan kenaikan terbesar di antara perguruan tinggi yang memperoleh nomor peringkat pasti. Posisinya naik 64 tingkat, dari peringkat bersama ke-680 menjadi ke-616 dunia.

Kenaikan tersebut melanjutkan perbaikan posisi UB dalam tiga edisi terakhir. Kampus ini masih berada pada kelompok 801–850 dunia dalam QS WUR 2025, kemudian menembus peringkat ke-680 pada tahun 2026 dan ke-616 pada tahun 2027.

Universitas Padjadjaran menduduki posisi berikutnya berdasarkan besarnya kenaikan. Unpad naik 19 tingkat dari peringkat bersama ke-515 menjadi peringkat ke-496 dunia. Kampus tersebut sekaligus kembali masuk kelompok 500 universitas terbaik dunia.

Perbaikan posisi Unpad berlangsung dalam tiga edisi berturut-turut. Peringkatnya naik dari posisi bersama ke-596 pada QS WUR 2025 menjadi ke-515 pada 2026, lalu ke-496 pada edisi terbaru.

UGM Naik ke Peringkat 206 Dunia

Universitas Gadjah Mada naik 18 posisi dari peringkat ke-224 menjadi peringkat bersama ke-206 dunia. UGM menjadi perguruan tinggi dengan posisi tertinggi di antara tujuh kampus Indonesia yang mengalami kenaikan.

Posisi UGM juga membaik dalam tiga edisi terakhir. Kampus tersebut berada di peringkat bersama ke-239 pada QS WUR 2025, kemudian naik ke posisi ke-224 pada 2026 dan ke-206 pada 2027.

Meski demikian, UGM masih berada di bawah Universitas Indonesia dalam pemeringkatan nasional. UI menduduki peringkat bersama ke-191 dunia, turun tipis dari posisi ke-189 pada edisi sebelumnya.

Unair, ITS, dan Unpad

Universitas Airlangga naik 11 posisi dari peringkat bersama ke-287 menjadi peringkat ke-276 dunia. Perubahan tersebut membuat Unair menggeser Institut Teknologi Bandung menjadi kampus terbaik ketiga di Indonesia.

Peringkat Unair terus meningkat setidaknya dalam tiga edisi terakhir. Kampus yang berlokasi di Surabaya itu berada di posisi ke-308 pada QS WUR 2025, lalu naik ke peringkat bersama ke-287 pada 2026 dan ke-276 pada 2027.

Peningkatan juga dialami Institut Teknologi Sepuluh Nopember. ITS berpindah 12 posisi dari peringkat bersama ke-509 menjadi ke-497 dunia. Dengan hasil tersebut, ITS masuk kelompok 500 universitas terbaik dunia.

Unhas dan UNS Naik Kelompok Peringkat

Universitas Hasanuddin naik dari kelompok peringkat 951–1.000 menjadi 851–900 dunia. Posisi Unhas telah membaik selama dua edisi berturut-turut setelah sebelumnya berada dalam kelompok 1.001–1.200 pada QS WUR 2025.

Perubahan tersebut juga membawa Unhas masuk dalam daftar 10 kampus terbaik di Indonesia versi QS WUR 2027. Kampus asal Makassar itu berada di urutan ke-10 nasional, sedangkan Binus University turun ke posisi ke-11.

Sementara itu, Universitas Sebelas Maret naik dari kelompok 1.001–1.200 menjadi 951–1.000 dunia. Kenaikan ini membawa UNS masuk kelompok 1.000 universitas terbaik dunia setelah bertahan pada rentang 1.001–1.200 sepanjang edisi 2023–2026.

Indikator Penilaian Pemeringkatan QS

QS WUR 2027 menggunakan sembilan indikator untuk menilai perguruan tinggi. Bobot terbesar berasal dari kinerja akademik sebesar 30 persen dan sitasi per dosen sebesar 20 persen.

Indikator lainnya terdiri atas kinerja pemberi kerja sebesar 15 persen, rasio dosen dan mahasiswa 10 persen, serta masing-masing 5 persen untuk rasio dosen internasional, mahasiswa internasional, jaringan penelitian internasional, hasil kerja lulusan, dan penghentian.

Karena pemeringkatan bersifat relatif, maka kenaikan jabatan tidak hanya mempengaruhi perubahan kinerja suatu kampus. Pergerakan universitas lain dalam daftar global juga dapat mempengaruhi posisi akhir.

Baca Juga: UNDIP Kembangkan Sawah Modern Ramah Lingkungan di KHDTK Penggaron Semarang

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*