Turnamen Sepak Bola Usia Dini di Solo Bangun Optimisme

Turnamen sepak bola usia dini di Solo dinilai memperkuat pembinaan atlet muda dan membangun mental bertanding sejak dini.

SOLO, JOSS.CO.ID – Kompetisi sepak bola untuk anak-anak kembali menjadi sorotan di Kota Surakarta. Kegiatan yang melibatkan pemain usia dini dinilai bukan sekadar ajang bermain, tetapi bagian penting dalam membangun fondasi atlet masa depan.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menilai penyelenggaraan turnamen usia muda memberi dampak positif terhadap pembinaan olahraga di daerah. Kehadiran ajang kompetitif sejak dini dianggap mampu menumbuhkan semangat sekaligus meningkatkan kualitas calon atlet.

Hal itu disampaikan Astrid saat menghadiri Fun Game 2026 yang digelar SSB Madya Pemda di Lapangan Kartopuran, Solo, Jawa Tengah, Minggu. Ia melihat langsung antusiasme peserta yang datang dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk bertanding dan menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.

“Ajang seperti ini menambah optimisme kita bahwa pembinaan sepak bola usia dini terus berkembang. Anak-anak tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki ruang untuk berekspresi dan menampilkan keahlian yang selama ini mereka asah,” katanya.

Turnamen tersebut menjadi wadah bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Pada hari kedua pelaksanaan, kompetisi diikuti kelompok usia (KU) 2014 dan KU 2016. Tidak hanya kategori putra, ajang ini juga menghadirkan pertandingan sepak bola putri, termasuk partisipasi perdana SSB Madya Pemda Women.

Menurut Astrid, ruang kompetisi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pemain sejak awal. Selain kemampuan teknis, pengalaman bertanding juga berperan besar dalam membangun mental, disiplin, serta kepercayaan diri.

“Kami mengapresiasi SSB Madya Pemda yang telah menyelenggarakan turnamen usia muda ini. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengasah kemampuan di lapangan. Konsistensi penyelenggaraan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang kuat.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan. Anak-anak tidak hanya memiliki kesempatan untuk berlatih, tetapi juga merasakan suasana pertandingan yang sesungguhnya. Pengalaman itu penting untuk membangun mental, kepercayaan diri, dan kemampuan mereka saat bertanding,” ungkapnya.

Selain aspek teknis dan pengalaman, Astrid juga menekankan pentingnya nilai sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sikap saling menghormati, baik kepada lawan maupun wasit.

“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Yang paling penting adalah bermain dengan semangat, disiplin, saling menghormati, dan menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal bagi anak-anak, baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.

Fun Game 2026 sendiri berlangsung selama dua hari di Lapangan Kartopuran dan diikuti berbagai kelompok usia, mulai dari 2014, 2015, 2016, hingga 2017. Turnamen ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mendorong pembinaan sepak bola usia dini di Kota Solo.

Pembinaan sejak usia dini memang menjadi fondasi utama dalam mencetak pemain berkualitas. Banyak akademi sepak bola di berbagai negara telah lama menerapkan sistem kompetisi berjenjang untuk melatih kemampuan teknis, taktik, dan mental pemain sejak kecil. Model seperti ini juga mulai diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Surakarta.

Baca Juga: Astrid Widayani Angkat IKM di Solo Batik Carnival 2026

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*