Line-up Hari Kedua Soundrenaline Jakarta, DIIV hingga Mocca

Hari kedua Soundrenaline Jakarta 19 Juli 2026 di Blok M menghadirkan DIIV, The Beths, Mocca, The SIGIT hingga Sal Priadi di lima panggung

GELARAN festival musik Soundrenaline Sana Sini 2026 di Jakarta berlanjut ke hari kedua dengan deretan penampil yang tidak kalah padat dan berwarna dibanding hari pertama. Pada Minggu, 19 Juli 2026, kawasan Blok M District kembali disesaki penikmat musik yang ingin menikmati aksi panggung musisi lokal dan internasional sejak sore hingga larut malam. Format festival distrik yang memecah acara ke beberapa venue membuat penonton leluasa berpindah panggung, menyesuaikan selera genre maupun pengalaman yang ingin mereka rasakan.

Di Taman Kota Peruri yang menjadi salah satu panggung utama area outdoor, rangkaian penampilan dimulai oleh ALI pada pukul 17.05 hingga 17.50 WIB. Setelah itu, penonton akan disuguhkan energi rock The SIGIT yang dijadwalkan naik panggung pukul 19.00 sampai 19.45 WIB. Pada malam hari, giliran band indie The Beths yang tampil pukul 20.30 sampai 21.30 WIB, sebelum ditutup oleh DIIV sebagai penampil terakhir di panggung ini dari pukul 22.15 hingga 23.15 WIB.

Sementara itu, INA Hall Peruri menyajikan suasana pertunjukan yang lebih intim dengan komposisi musisi yang kuat di ranah pop, indie, dan alternatif. Mocca membuka penampilan di venue ini pada pukul 16.15 sampai 17.00 WIB, menawarkan nuansa manis dan nostalgia bagi para penggemarnya. Slot berikutnya diisi Danilla yang tampil pukul 18.20 hingga 19.05 WIB, dilanjutkan oleh Float pada pukul 20.00 sampai 20.45 WIB. Menjelang akhir malam, The Adams mengambil alih panggung pada pukul 21.30 hingga 22.15 WIB.

M Bloc Livehouse juga menjadi salah satu titik keramaian festival di hari kedua. Di panggung ini, Swellow membuka rangkaian dari pukul 16.50 hingga 17.35 WIB. Alkateri kemudian melanjutkan penampilan pada pukul 18.20 sampai 19.05 WIB. Menjelang malam, Beijing Connection hadir di slot pukul 19.45 hingga 20.15 WIB, disusul Sal Priadi yang tampil pada pukul 21.15 hingga 22.00 WIB. Sebagai penutup di venue ini, PORIS naik panggung pada pukul 23.00 hingga 23.45 WIB.

Di sisi lain, COMA Stage memainkan peran sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan musisi dalam format lintas proyek. Rangkaian dimulai pada pukul 15.35 sampai 16.05 WIB melalui penampilan Psychotic Villager X Aditya Sofyan. Setelahnya, Mpruy Koneksyen + Murphy Radio X Danilla tampil pada pukul 16.40 hingga 17.25 WIB. Kolaborasi berlanjut dengan Jo Soegondo X Mocca yang mengambil slot pukul 18.45 sampai 19.15 WIB. Malam semakin padat dengan MAISONIC X Kunto Aji pada pukul 20.00 hingga 20.30 WIB, lalu ditutup Yoko City Ghost X The SIGIT pada pukul 21.00 sampai 21.40 WIB.

Melting Pop Stage menjadi titik lain yang tak kalah ramai, lebih dekat dengan komunitas, kolektif, dan berbagai aksi kreatif. Di panggung ini, Dear9three membuka penampilan pukul 15.45 hingga 16.30 WIB. Kemudian acara berlanjut dengan Podcast Nomaden X PORIS pada pukul 16.50 sampai 17.50 WIB. Program Nyanyi Bareng Jakarta mengisi slot pukul 18.05 sampai 19.05 WIB, mengajak pengunjung ikut bersuara. Setelah itu, Bingar tampil pada pukul 19.25 hingga 20.10 WIB, Herjunot Ali hadir di panggung pukul 20.20 sampai 21.05 WIB, dan Blowjams menutup rangkaian di Melting Pop dari pukul 21.25 hingga 22.25 WIB.

Soundrenaline tahun ini mengusung konsep “district festival” yang memanfaatkan beberapa lokasi sekaligus di kawasan Blok M District, yakni Taman Kota Peruri, INA Hall Peruri, M Bloc Livehouse, COMA Bar, dan Melting Pop. Konsep ini memberi pengalaman berbeda bagi penonton karena bisa merasakan atmosfer yang beragam, dari panggung outdoor besar hingga ruang pertunjukan yang lebih dekat dan intim. Kehadiran musisi internasional seperti DIIV dan The Beths, yang diduetkan dengan deretan nama kuat dari skena lokal macam Mocca, Danilla, The SIGIT, The Adams, hingga Sal Priadi, mempertegas posisi Soundrenaline sebagai salah satu festival musik utama di Indonesia.

Sejak pertama kali digelar pada awal 2000-an, Soundrenaline dikenal sebagai festival musik berskala besar yang konsisten menghadirkan kolaborasi lintas genre dan lintas generasi. Dalam beberapa tahun terakhir, formatnya terus berevolusi, termasuk melalui konsep multi-venue seperti edisi Soundrenaline Sana Sini 2026 yang juga menyambangi Jakarta, Makassar, Palembang, Yogyakarta, dan Bandung. Bagi skena musik lokal, festival ini kerap menjadi ruang pertemuan antara musisi mapan dan talenta baru, sekaligus etalase wajah terkini industri musik Indonesia.

Bagi penonton di Jakarta, hari kedua Soundrenaline Sana Sini 2026 bukan sekadar daftar panjang jadwal manggung, tetapi kesempatan untuk menyusun rute sendiri di antara lima panggung dan puluhan musisi yang tampil. Dengan komposisi line-up yang padat, mulai dari rock, pop, indie, hingga berbagai kolaborasi spesial, akhir pekan di Blok M District tersebut diproyeksikan menjadi salah satu momen musik paling semarak di ibu kota tahun ini.

Baca Juga: Jogja Joss: Pesona Yogyakarta yang Tak Pernah Habis Diceritakan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*